Kepala KPw BI Malang Azka Subhan (depan) saat mengajar di SMA Annur Bululawang. (Foto: BI Malang for MalangTIMES)
Kepala KPw BI Malang Azka Subhan (depan) saat mengajar di SMA Annur Bululawang. (Foto: BI Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho mendadak hari ini (6/8/2019) menjadi guru bagi sekitar 500 siswa SMA Annur Bululawang, Kabupaten Malang. Para siswa diajak untuk mulai mempelajari seluk beluk ekonomi digital, agar mampu beradaptasi atas munculnya berbagai financial technology (fintech).

Azka mengungkapkan, era fintech yang menggabungkan jasa keuangan dengan teknologi, lambat laun mengubah wajah perekonomian dari konvensional menjadi digital. "Saat ini, tren perkembangan teknologi cukup pesat yang mendorong hadirnya perusahaan rintisan (startup) termasuk fintech," ujarnya.

Perkembangan fintech ini, lanjut Azka, tidak lepas dari perkembangan kepemilikan ponsel yang telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat. Berbagai kemudahan transaksi menjadi sisi plus atau kelebihan ekonomi digital. "Industri fintech di Indonesia memiliki potensi yang begitu besar serta dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang sangat luas, khususnya dalam hal mendorong keuangan inklusi," sebutnya.

Di sisi lain, tanpa dibarengi pengetahuan yang memadai, keberadaan fintech juga memiliki risiko alias sisi minus. Misalnya, menjebak pengutang terjerat fintech lending ilegal yang lebih kejam dibanding rentenir. "Segala risiko yang tertanam di dalam model bisnis fintech juga perlu dicermati dan dimitigasi agar tidak menimbulkan dampak sistemik pada stabilitas sistem keuangan Indonesia," paparnya.

Azka menyebut, kegiatan sosialisasi pada pelajar tersebut merupakan bagian dari Program BI Mengajar. "Kegiatan ini sebagai bentuk sumbangsih BI terhadap kemajuan dunia pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan peringatan HUT Bank Indonesia ke-66 dan HUT Republik Indonesia ke-74," terangnya.

Kegiatan itu diselenggarakan di seluruh wilayah kerja Bank Indonesia. Azka menyebut, pihak BI mengangkat tema khusus yakni Peran BI sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan di Indonesia. "Melalui kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat terkait peran dan tugas BI, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi ekonomi dan keuangan saat ini," pungkasnya.