Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kanan) dan Plt Bupati Malang Sanusi (for MalangTIMES)
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kanan) dan Plt Bupati Malang Sanusi (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perhelatan Akbar Advocacy Horizontal Learning (AHL) Aliansi  Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) 2019, tinggal hitungan hari. Digelar tanggal 8 Agustus 2019 datang, dengan lokasi acara di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, berbagai persiapan pun terus digeber oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Hal ini terlihat dari kegiatan cek venue Pujon Kidul oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Orang nomor satu di OPD itu turun langsung memastikan lokasi yang akan didatangi oleh sekitar 90 kepala daerah se-Indonesia.

Pengecekan persiapan lokasi menjadi hal penting demi suksesnya perhelatan akbar tersebut. Di mana direncanakan acara AHL Akkopsi juga akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Guberrnur Jawa Timur (Jatim). "Kita pastikan semuanya siap. Misalnya, dari pihak kami terkait aspek sarana prasarana di lokasi yang akan dipergunakan nantinya," kata Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Selasa (06/08/2019) kepada MalangTIMES.com.

Wahyu melanjutkan, pihaknya memiliki tugas untuk memastikan  akses jalan menuju venue dan fasilitas pendukung seperti toilet umum. "Kita cek persiapan untuk itu hari ini sampai malam. Alhamdulillah sampai saat ini seluruh persiapan telah 95 persen," ujar Doktor Ilmu Sosial ini.

Disinggung lokasi acara di Pujon Kidul yang rencananya akan dihadiri oleh para kepala daerah sekitar pukul 13.50 WIB Kamis (08/08/2019) datang. Wahyu menyampaikan akan menempati spot taman budaya cafe sawah dan dipusatkan di Amphitheater.

Pemilihan lokasi tersebut, lanjutnya, dikarenakan memiliki spot terbaik di wisata cafe sawah yang namanya telah menasional.
"Itu spot terbaik. Dimana spot ini para tamu bisa menyaksikan atraksi hiburan yang akan kami tampilkan, sekaligus menikmati landscape pemandangan alam mulai sawah hingga pegunungan yang mengelilingi Desa Wisata Pujon Kidul," ungkap Wahyu.

Disinggung terkait atraksi yang akan ditampilkan, Wahyu mengatakan ranahnya berada di OPD lain. "Tapi nantinya dari rencana yang telah disepakati akan ditampilkan tari-tarian tradisional asli Kabupaten Malang. Ini juga sebagai bagian dari mewujudkan harapan Plt Bupati Malang atas keberadaan kesenian tradisional," ujarnya.

Atraksi lain, karena mengangkat tema sinergitas sanitasi dan pariwisata, direncanakan juga fashion show dengan konsep upcycle. Upcycle sendiri merupakan karya dari para desainer Indonesia Fashion Chamber Malang yang digawangi oleh desainer kenamaan Agus Sunandar. 

"Sesuai dengan temanya yaitu sanitasi, mereka tampilkan karya daur ulang yang dibuat dari pakaian bekas yang tidak terpakai. Pakaian itu kemudian di-retouch sehingga menjadi karya baru yang fashionable tapi ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah," pungkasnya.