TPU Nasrani Sukun yang nampak indah pada malam hari (UPT PPU)
TPU Nasrani Sukun yang nampak indah pada malam hari (UPT PPU)

MALANGTIMES - Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang beberapa waktu lalu, telah melakukan survey ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun dalam proses survey penetapan Cagar Budaya. Dalam kunjungan tersebut Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang sempat memantau situasi dan kondisi makam-makam Belanda di TPU Sukun.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Agung H Bhuana, jika  Kota Malang mengatakan, Kota Malang sangat beruntung memiliki peninggalan arkeologis yang sampai saat masih ada, baik itu peninggalan pada masa Hindu Budha maupun pada masa kolonial.

Seperti contohnya kantor-kantor, hotel, kantor pemerintahan termasuk makam seperti TPU Sukun, yang sudah dicanangkan pemerintah Kota Praja Malang, bahkan sejak tahun 1920. Sehingga hal ini (TPU Sukun) sangat menarik untuk segera ditetapkan menjadi cagar budaya. Sebab, TPU ini menjadi peradaban yang Tak terpisahkan pada masa lalu.

Dan setelah proses survey di TPU Sukun, pihaknya akan melakukan pendataan dan penggalian data lebih dalam lagi, kemudian dilakukan kajian akademis dengan beberapa pihak terkait. Kemudian dari situ akan dibuat kajian akademis diteruskan dibuatnya rekomendasi penetanan sebagai cagar budaya untuk diserahkan ke wali kota agar segera ditetapkan. "Mudah-mudahan dibulan Oktober 2019 sudah bisa ditetapkan," ungkapnya saat ditemui MalangTIMES.

Namun saat ini, dalam proses penetapan itu, Pemkot Malang juga memiliki sebuah Pekerjaan Rumah (PR). Sebab jika melihat gambaran masa lalu, di depan TPU Sukun, terdapat sebuah taman. Namun saat ini, taman tersebut sudah berganti menjadi sebuah SPBU.

Saat itu, jalan menuju TPU Sukun ini begitu lebar. Dan di depannya juga terdapat taman yang luas dan merupakan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal serta membuat kawasan tersebut begitu indah. "Kalau dilihat gambaran masa lalu foto-foto lama memang tidak ada SPBU, justru terdapat taman. Dan itu membuat kawasan TPU indah pada masanya. Namun sekarang ketika ada SPBU di lahan taman, maka ini menjadi PR pemerintah untuk bisa menggali lagi, ini sebenarnya aset siapa.  

Kalau memang aset Pemkot, dan kemudian Pemkot konsentrasi untuk mendapatkan ruang terbuka hijau selain makam ini, mungkin SPBU perlu dipertimbangkan until direolkasi, namun hal itu nanti akan kita lihat lagi," pungkasnya.