Plt Direktur Utama PD RPH Kota Malang Ade Herawanto (kanan) saat melakukan sidak kepada penjual daging di Pasar Besar Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Plt Direktur Utama PD RPH Kota Malang Ade Herawanto (kanan) saat melakukan sidak kepada penjual daging di Pasar Besar Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah pedagang daging di Pasar Besar Kota Malang, hari ini (Selasa, 6/8) dikunjungi tim gabungan. Ya, tim yang melibatkan Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH), bersama tim gabungan dari unsur TNI-Polri, dinas perdagangan, dokter hewan dinas pertanian PPNS, dan yang lainnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap daging-daging yang dijual di kawasan tersebut.

Hasilnya, hampir semua penjual daging di kawasan Pasar Besar belum memiliki sertifikat halal dan sertifikat Kesehatan Masyarakat Veterine (Kesmavet). Padahal, sertifikat tersebut harus terpasang di outletnya masing-masing. "Hampir semua pedagang dan jagal belum memasang sertifikat di outletnya. Seharusnya sejak 30 tahun yang lalu itu sudah harus ada," ujar Plt Direktur Umum PD RPH Kota Malang, Ade Herawanto.

Tak hanya Pasar Besar, beberapa tempat penjualan daging lainnya di Kota Malang juga dilakukan sasaran sidak kali ini. Yaitu, Pasar Blimbing, Pasar Kebalen, dan Pasar Gadang. Pantauan tersebut sekaligus dalam rangka pembinaan untuk menjaga kualitas daging yang sudah disayaratkan pemerintah pusat.

Dimana, harus sesuai dengan ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Sehingga pasokan daging di Kota Malang dapat terverifikasi sesuai dengan ketentuan peraturan UU No 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

"RPH ini kan untuk pelayanan publik yang menjamin ketersediaan daging aman, sehat, utuh dan halal. Dan ini giat rutin kita setiap tiga bulan sekali. Kita menginginkan semua konsumen di wilayah Kota Malang mengambil daging yang sudah terverifikasi. Dibuktikannya dengan sertifikat kesmavit dan sertifikat halal itu," imbuhnya.

Pihaknya juga bakal melakukan pembinaan untuk mengurus sertifikasi halal dan sertifikasi kesmavit tersebut dengan melakukan pendataan melalui tukang jagal dari PD RPH. "Saat ini masih dalam tahap pembaruan. Mulai pembaruan sertifikat halal dari MUI dan Kesmavit dari peternakan, juga kelembagaan baru. Dan juga PD RPH ini masih transisi atau bertransformasi menuju Perumda Tunas (Tugu Aneka Usaha), kita siapkan dulu," tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemilik outlet daging 'Bedak 1001', Rosianti mengaku tindakan dari tim gabungan yang melakukan sidak kali ini dirasa efektif. Karena, kualitas daging yang dijualnya bisa terpantau apakah sudah terjamin atau belum.

"Bagus ya, ke sini langsung lihat-lihat pasar kita. Jadinya kan daging kita kualitasnya juga terpantau seperti apa. Kemudian juga diberi surat untuk diketahui harus ada sertifikasi halal dan sertifikasi kesmavit ini seperti apa," ungkapnya.