Choirul Ansori (baju oranye) tersangka beserta barang bukti curanmor saat sesi rilis di Polsek Kepanjen (Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Choirul Ansori (baju oranye) tersangka beserta barang bukti curanmor saat sesi rilis di Polsek Kepanjen (Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dengan kondisi kedua mata lebam, Choirul Ansori warga Dusun Gerih, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon ini, hanya bisa pasrah saat digelandang polisi ke ruang tahanan Mapolsek Kepanjen, Selasa (6/8/2019).

Pria 31 tahun ini diringkus polisi karena kasus pencurian kendaraan bermotor. 

”Usai nonton laga Arema melawan Persib, tersangka kedapatan mencuri motor yang ada di sekitar kawasan Stadion Kanjuruhan,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo saat ditemui awak media pada sesi rilis, Selasa (6/8/2019).

Diperoleh keterangan, aksi pencurian ini terjadi pada Selasa (30/7/2019) malam. 

Sesaat sebelum melancarkan aksinya, tersangka kedapatan berkeliling ke sekitar kawasan Stadion Kanjuruhan. 

Hingga akhirnya, sekitar pukul 23.00 WIB pelaku memutuskan menggasak sepeda motor matic, yang saat itu terparkir di sisi sebelah barat Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

”Tersangka Choirul ini menggunakan kunci palsu guna merusak kontak kunci kendaraan yang dicurinya,” terang perwira polisi dengan satu melati dibahu ini.

Setelah berhasil membongkar kontak kendaran, lanjut Bindriyo, tersangka langsung membawa kabur motor tersebut ke arah selatan Stadion Kanjuruhan. 

Namun, setibanya di penghujung jalan, pelaku tidak bisa melanjutkan upaya melarikan diri lantaran akses jalan tertutup portal.

Hingga akhirnya, pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini, memilih putar arah dan mencari jalan tembus lain. 

Disaat bersamaan, seorang teman dari pemilik sepeda motor sempat berpapasan dengan pelaku.

Merasa jika motor milik temannya dikendarai orang asing saksi bersama pemilik kendaraan dan petugas parkir, seketika menghentikan pelaku dan langsung menghajarnya. 

Beruntung, petugas kepolisian yang saat itu melakukan penjagaan, seketika mengamankan pelaku sebelum amarah massa semakin memuncak.

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Diduga kuat tersangka sudah sering melancarkan aksi pencurian di beberapa lokasi lainnya,” sambung Bindriyo.

Selain menggelandang tersangka ke Polsek Kepanjen, polisi juga menyita berbagai barang bukti dan sarana yang digunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksi pencurian. 

Di antaranya, satu unit sepeda motor Mio nopol N-6347-GN yang merupakan hasil curian, kunci palsu untuk membobol kontak kendaraan, hingga masker penutup wajah, juga turut diamankan petugas guna kepentingan penyidikan.

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan (curat). Ancamannya kurungan penjara di atas 4 tahun,” tutup Bindriyo.