MALANGTIMES - Sistem Informasi Konsultasi Keliling (Sikeling) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang dinilai sangat efektif dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat. Sehingga, layanan tersebut diharap dapat masuk ke berbagai lini, termasuk ke area kampus.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Edgar Pramudia Utama menilai bahwa Sikeling juga penting untuk bisa masuk ke area perguruan tinggi. Sebab, beberapa izin yang disosialisasikan berkaitan dengan dunia usaha yang akan digeluti mahasiswa pasca-menyandang status sebagai sarjana.

"Seperti saya, kan saya dari kedokteran pasti harus paham dengan informasi izin praktik atau mendirikan klinik misalnya. Ketika ada Sikeling, pasti akan sangat membantu dan kami bisa diarahkan alur yang harus ditempuh seperti apa," jelasnya kepada MalangTIMES usai melakukan konsultasi di Sikeling yang digelar di halaman utama SDN 02 Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Selasa (6/8/2019).

Selama ini, lanjut Edgar, masih terdapat kebingungan dari para sarjana yang akan mendirikan usaha berkaitan dengan pengurusan izin usaha. Ketika ada informasi yang digencarkan hingga ke tingkat kampus, dia pun optimistis akan semakin banyak lagi calon pengusaha dari kalangan mahasiswa yang mendaftarkan usahanya.

"Karena izin itu kan bukam sekadar membuat izin saja, tapi  harus ada pengawasannya juga. Jadi, saya sangat setuju jika itu bisa menyasar ke kampus," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Edwin Eka Habrinata, mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan UMM yang juga turut melakukan konsultasi di Sikeling. Dia menilai, informasi berkaitan dengam izin usaha amat penting disalurkan kepada mahasiswa. Terlebih, tak sedikit mahasiswa yang menghasilkan banyak produk saat melaksanakan pengabdian masyarakat.

"Biasanya teman-teman buat produk usaha untuk dikelola masyarakata saat melaksanakan pengabdian dan KKN. Itu akan sangat baik ketika dilengkapi dengan berkas perizinan untuk dikelola masyarakat. Jadi, ketika mahasiswa paham akan proses izin, akan lebih baik," ucapnya.

Karena saat sudah dilengkapi dengan berkas perizinan, lanjut Edwin, segala produk yang dihasilkan akan mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat. Sebab, saat mengajukan perizinan, tentunya perlu dilalui beberapa skema khusus yang tidak mudah diterobos.

"Seperti kami yang saat ini sedang KKN di Kecamatan Tajinan. Kami membuat program usaha berupa pemanfaatan produk susu agar lebih bernilai tinggi. Dan ketika ada izin yang melekat pada produk yang ada, tentu akan jauh lebih baik. Itu sebabnya kami tadi konsulatsi ke Sikeling," tambahnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Iriantoro menjelaskan bahwa sosialisasi sudah dilakukan ke berbagai elemen tanpa kecuali dunia akademisi. Sementara terkait adanya usulan agar sosialisasi melalui Sikeling dapat dilakukan ke area kampus, dia menilai itu sangat mungkin dilakukan.

"Karena sinergi dengan berbagai elemen, termasuk akademisi selama ini kami nilai amat penting. Kami juga sering melakukan kerja sama dengan banyak perguruan tinggi untuk sosialusasikan layanan yang ada," jelas Iriantoro.