Foto ilustrasi hewan kurban
Foto ilustrasi hewan kurban

MALANGTIMES - Pemantauan hewan kurban dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang mulai hari ini, Selasa (6/8/2019), hingga tiga hari ke depan. Pemantauan dilakukan ke tempat-tempat penjualan hewan kurban. Hal ini dilakukan untuk mendata dan memberikan stiker untuk hewan yang dinyatakan sehat.

"Kami mendatangi lokasi. Kami yang mendata dan kami memberikan stiker untuk hewan yang dinyatakan sehat," ujar drh Hildasari, kepala seksi kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, saat ditemui di Universitas Brawijaya (UB) belum lama ini.

Terdapat lima koordinator, yakni petugas dari bidang peternakan dan kesehatan hewan, yang nantinya akan disebar ke lima kecamatan untuk melaksanakan pemantauan ini. Jumlah tenaga yang dikerahkan sekitar 60 orang.

Untuk itu, kepada masyarakat, Hildasari mengimbau untuk membeli hewan yang sudah berstiker karena sudah terjamin kesehatannya. "Masyarakat kami imbau untuk membeli hewan kurban di tempat-tempat penjualan yang sudah berstiker dari dinas. Berarti sudah diperiksa oleh kami," ungkapnya.

Sementara  masjid, musala, atau tempat penyembelihan lain diharapkan melapor juga ke dinas pertanian, khususnya ke bidang peternakan dan kesehatan hewan minimal H-3 sebelum pelaksanaan penyembelihan.

"Sehingga kami tahu dan memantau lokasi nanti. Laporkan tempatnya kemudian dengan jumlah hewan yang disembelih," imbuhnya.

Dinas Pertanian sendiri sudah menyosialisasikan penanganan hewan kurban pada tanggal 24 Juli kemarin dengan mengundang perwakilan dari setiap kelurahan.

"Jadi, perpanjangan tangan kami ada di mereka. Mereka sudah kami berikan form untuk mengisi, di setiap kelurahan itu masjidnya mana saja, nanti mereka akan mengisi dengan berapa ekor jumlah ternak yang akan disembelih," bebernya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, memang ada hewan yang ditolak karena tidak sehat. Apabila sudah begitu, petugas akan mengimbau kepada penjual agar tidak dijual dan memisahkan hewan tersebut dengan hewan-hewan yang sehat.

"Kalau tidak sehat, kami imbau untuk tidak kami berikan stiker dan kami suruh untuk dipisah dari yang sehat dan jangan dijual sekarang," pungkasnya.