MALANGTIMES - Sistem Informasi Konsultasi Keliling (Sikeling) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang diharap menyasar kantor kecamatan setiap satu bulan sekali. Sebab, informasi yang diberikan dinilai banyak membantu para investor dan calon pengusaha yang berada di kawasan pedesaan.

Hal itu disampaikan warga Kecamatan Tajinan Ahmad Maariful Huda saat mengunjungi langsung Sikeling yang memberi pelayanan kepada masyarakat di area lapangan utama SDN 02 Purwosekar. Setelah melakukan konsultasi, pria yang disapa Arif itu menilai jika informasi yang diberikan Sikeling sangat gamblang. Sehingga dia sangat mengharapkan ada kegiatan layanan rutin ke kantor kecamatan setidaknya satu bulan sekali.

"Tadi saya mau konsultasi tentang izin usaha mendirikam sekolah dan izin usaha pertanian jamur. Dijelaskan jika semua perizinan bisa melalui online single submission dan DPMPTSP Kabupaten Malang bisa melayani saat ada kesulitan," katanya kepada MalangTIMES, Selasa (6/8/2019).

Selain mendapat penjelasan secara langsung, Arif juga menjelaskan bahwa petugas memberikan buku panduan khusus untuk bisa dipelajari. Dia pun merasa sangat terbantu dan berencana segera mendaftarkan usaha yang akan dia kelola melalui OSS. Harapannya, izin usaha yang dibuat dapat dijalankan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

"Kebetulan saya dari Yayasan Panti Asuhan Annur Tajinan. Kami baru saja mendapat pelatihan dari BLK selama satu bulan terakhir untuk membuat usaha budidaya jamur. Dan saat ini kami berencana ke proses usaha dan akan didaftarkan izinnya. Kebetulan ada informasi Sikeling DPMPTSP, kami jadi semakin mengerti," imbuhnya.

Ke depan, Arif berharap layanan Sikeling dapat menyasar kantor kecamatan setiap satu bulan sekali. Sebab, meski saat ini proses perizinan sudah dilakukan secara online, masyarakat di desa masih banyak yang belum memahami hal itu dan membutuhkan pendampingan. Sementara potensi investasi di pedesaan saat ini juga sangat bagus. "Karena tidak semua masyarakat pedesaan paham dengan perkembangan IT (teknologi informasi)," ucap Arif.

Menanggapi itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Iriantoro menjelaskan, layanan Sikeling selalu dilakukan berkala sesuai kebutuhan. Bahkan, jika dirasa perlu menyasar kantor kecamatan, maka akan dilaksanakan sesuai permintaan. Sehingga dia mendorong perangkat desa maupun kecamatan yang hendak melaksanakan kegiatan dan membutuhkan sosialisasi tentang perizinan dapat langsung menghubungi kantor DPMPTSP Kabupaten Malang.

"Silakan langsung telepon kantor kami atau WA, maka kami bisa datang memberi layanan. Karena Sikeling ini menjadi salah satu upaya untuk jemput bola," jelas pria ramah itu.

Namun lantaran keterbatasan alat dan sumber daya manusia (SDM), DPMPTSP Kabupaten Malang akan memberlakukan skala prioritas. Ketika ada kebutuhan yang memang harus ditangani melalui sebuah informasi, maka akan segera dilaksanakan dan dituju. Termasuk ketika ada yang meminta untuk melakukan mengurus izin di lokasi.

"Seperti izin trayek salah satunya. Ketika minta dilayani di tempat, maka kami akan datang. Termasuk jika ada permintaan ke kecamatan sebulan sekali. Tapi karena keterbatasan SDM dan alat, maka akan dilakukan skala prioritas," ujar Iriantoro.

Sementara itu, berdasarkan pantauan MalangTIMES, layanan Sikeling DPMPTSP Kabupaten Malang tampak ramai dan diserbu masyarakat, terutama yang akan mengurus izin. Kebanyakan menanyakan proses menguris izin usaha budidaya hasil pertanian dan peternakan.

"Iya, memang sangat luar biasa antusiasme masyarakat yang datang ke sini. Potensi seperti ini yang ingin kami tangkap," pungkas Iriantoro.