Diklat calon kasek SDN di Kabupaten Malang. Dengan kekurangan kasek sebanyak 250 orang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berharap semua calon bisa lolos  tahun 2019 ini. (Humas Disdik for MalangTIMES)
Diklat calon kasek SDN di Kabupaten Malang. Dengan kekurangan kasek sebanyak 250 orang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berharap semua calon bisa lolos tahun 2019 ini. (Humas Disdik for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Total jumlah sekolah dasar (SD), baik negeri maupun swasta, di Kabupaten Malang merupakan yang terbanyak di Jawa Timur (Jatim). Dari data referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah SD di Kabupaten Malang mencapai 1.479 unit, yang terdiri dari SD negeri sebanyak 1.069 dan SD swasta 410 unit.

Banyaknya jumlah SD itu tentunya membutuhkan pendidik yang juga banyak dan sebanding. Khususnya kepala sekolah (kasek) yang memiliki fungsi dan tugas untuk menjalankan sekolah yang dipimpinnya.

Sayangnya, dengan banyaknya jumlah sekolah yang ada, keberadaan kasek SD di Kabupaten Malang masih menyisakan kekosongan yang terbilang banyak juga. Yakni sekitar 250 kasek SD yang masih kosong sampai saat ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M. Hidayat melalui Kepala Bidang (Kabid) Teknis Kependidikan Suwandi.
"Ada setidaknya 250 sekolah yang tidak memiliki kasek definitif. Hal ini yang membuat kami terus berupaya untuk memenuhi kekosongan itu melalui seleksi calon kasek SDN setiap tahun," kata Suwandi, Selasa (06/08/2019).

Pemenuhan untuk posisi kasek yang terbilang banyak ini, walaupun secara jumlah SDN di Kabupaten Malang juga terbilang besar, telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sejak tahun 2018 lalu. Sejak tahun itu, sudah dilakukan seleksi calon kasek SDN.

"Kami sudah melakukannya sejak tahun lalu dan didapati 184 calon kasek yang sudah mengantongi NUKS (nomor unik kepala sekolah, red)," ungkap Suwandi yang juga menyampaikan bahwa tahun 2019 ini juga seleksi telah dilakukan dan menghasilkan calon kasek SDN sebanyak 64 orang.

Ke-64 orang calon kasek SDN ini saat ini sedang menjalankan pendidikan dan pelatihan sebagai salah satu tahapan yang harus dilaluinya untuk menjadi kasek. "Mereka sedang menjalankan diklat in service learning 1 yang sudah berjalan sejak Sabtu (03/08/2019) kemarin," ujarnya.

Harapan besar pun disematkan kepada para calon kasek SDN itu. Dengan kekosongan yang cukup banyak, keberhasilan 64 calon kasek tersebut akan bisa mengurangi kebutuhan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan merata di wilayah Kabupaten Malang. Selain itu, program seleksi calon Kasek SDN pun setiap tahun bisa dijalankan sampai bisa memenuhi kebutuhan yang ada di lapangan.

"Ini harapan kita semua. Sesuai petunjuk Pak Kadis (M. Hidayat) bahwa tercukupinya tenaga pendidik di sekolah akan bisa memacu kualitasnya juga. Kami berharap agar mereka bisa lolos dan bisa jadi kasek definitif," ujar Suwandi.

Terpisah, lead coordinator dan master trainer LPPKPS Solo Siti Nuryaningsih sebagai pihak penyelenggara diklat calon kasek SDN, menyatakan, untuk bisa lolos menjadi kasek, perlu melalui beberapa tahapan. Yakni, diklat in service learning 1, on the job learning, dan diikuti dengan tahap in service learning 2. Ketiga tahapan tersebut yang nantinya akan dinilai untuk menentukan kelayakan calon menjadi kasek.

"Dari rangkaian tahapan itu nantinya akan ada nilai. Nilai tersebut nantinya diakumulasikan. Seorang calon bisa lulus bila nilainya minimal adalah 71," terang Siti.

Ambang batas nilai minimal inilah yang nantinya menentukan 64 calon kasek SDN. Dengan nilai itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang optimistis bisa diraih oleh seluruh calon kasek yang kini mengikuti diklat. "Kita optimistid mereka bisa lolos semuanya," pungkas Suwandi.