Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang, Iriantoro (kanan) saat memberikan informasi kepada masyarakat ya g tengah mencari informasi di Sikeling (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang, Iriantoro (kanan) saat memberikan informasi kepada masyarakat ya g tengah mencari informasi di Sikeling (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Program untuk meminimalisir pihak ke tiga, klinik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang kini kembali hadir. Layaknya klinik kesehatan, klinik DPMPTSP Kabupaten Malang juga menyuguhkan beragam solusi untuk menjawab setiap keluhan calon pelaku usaha.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang, Irianto menyampaikan, Klinik DPMPTSP tersebut memang menjadi salah satu solusi dan inovasi untuk menjawab setiap keluhan masyarakat yang disuguhkan dalam bentuk Sistem Informasi Konsultasi Keliling (Sikeling). Melalui mobil Sikeling, para pelaku usaha dapat langsung hadir dan mendapat sederet informasi berkaitan dengan perizinan.

"Kami rutin memberikan konsultasi dan informasi melalui Sikeling, atau ini bisa disebut sebagai klinik DPMPTSP Kabupaten Malang," jelas pria ramah itu pada MalangTIMES di sela aktivitas Gema Desa Pemerintah Kabupaten Malang di Kecamatan Tajinan, Selasa (6/8/2019).

Lebih jauh dia menyampaikan, Sikeling juga hadir untuk mengedukasi masyarakat terkait beberapa proses perizinan yang bisa dilakukan. Sehingga, masyarakat dapat lebih leluasa mendaftarkan izinnya tanpa harus menggunakan pihak ke tiga. Karena tak bisa dipungkiri, masyarakat yang belum paham betul dengan proses perizinan selama ini memilih untuk menggunakan pihak ke tiga.

"Karena pasti ada yang ingin bangun usaha, tapi tidak tahu cara mengurus izinnya. Melalui Sikeling ini kami harap masyarakat lebih terbantu. Selain itu, potensi yang ada juga lebih tergali," paparnya.

Bukan hanya itu, melalui Sikeling ini dia berharap stigma negatif mengurus perizinan yang ribet dapat berbelit dapat dipatahkan. Karena proses mengurus izin selama ini juga sudah terus dipermudah melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan.

"Jangan sampai ada yang berfikir jika mengurus izin itu susah dan berbelit, maka kami datang untuk memberi layanan dengan turun langsung," ujar Irianto.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Sikeling sendiri saat ini hadir di lapangan utama SDN 2 Purwosekar dan memberi layanan kepada masyarakat yang hadir sejak pagi. Berdasarkan pantauan MalangTIMES, tak sedikit warga yang datang untuk menggali informasi berkaitan dengan perizinan. Secara bergantian mereka berkonsultasi dan menggali informasi mengenai sederet model perizinan.

"Dan salah satu yang banyak ditanyakan tadi itu tentang Online Single Submission (OSS)," imbuh Irianto.

Dalam kesempatan itu, petugas yang hadir juga tampak menjelaskan beberapa informasi berkaitan dengan OSS. Karena OSS menjadi salah satu bentuk inovasi yang dibuat dari pemerintah pusat untuk bisa dimanfaatkan secara mandiri.

"Setelah mendaftar di OSS akan mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB), dan masih harus berlanjut mengurus komitmen. Semua prosedur itu tadi sudah kami sampaikan kepada masyarakat yang hadir," pungkasnya.