MALANGTIMES - Terdapat fakta baru tentang kasus penggelapan sejumlah uang milik Tirtasani Royal Resort, yang baru saja diungkap Polres Malang, Minggu (4/8/2019).

Diketahui, saat diamankan polisi tersangka yang berinisial SS sedang berada di sebuah hotel bersama seorang pria. Bahkan saat diamankan petugas, keduanya sedang berada dalam satu kamar yang sama.

Dari penelusuran MalangTIMES.com, pria yang tertangkap basah berada di hotel bersama tersangka SS ini, diketahui berinisial MH. Dia merupakan salah satu dosen di Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya (UB).

”Waktu kami amankan kemarin (Minggu 4/8/2019), tersangka SS ketangkap basah sedang menginap di hotel yang ada di wilayah Jakarta bersama dengan MH. Dari pendalaman kami, pria tersebut merupakan penasehat hukum tersangka SS,” kata salah satu penyidik Polres Malang, yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis dalam pemberitaan ini.

Mendapat keterangan tersebut, MalangTIMES.com mencoba untuk mengonfirmasi pihak Fakultas Hukum UB.

”Siapa ?, MH (inisial)?. Iya itu salah satu dosen di Fakultas Hukum UB,” kata Ketua Tim Advokasi Hukum UB Prija Djatmika.

Kepada MalangTIMES.com, Prija Djatmika menuturkan jika MH saat ini sedang berada di Bandung untuk menempuh pendidikan S3.

”Dia (MH) saat ini ada di Bandung, dia sedang melanjutkan studi S3 hukum di Unpad (Universitas Padjadjaran),” sambung Djatmika.

Ketika ditanya terkait keberadaan MH yang berada dalam satu kamar hotel bersama tersangka SS, saat diringkus polisi.

Pria yang juga menjadi dosen di Fakultas Hukum UB ini, mengaku tidak mengetahui secara detail akan kasus tersebut. Sebab hingga saat ini Senin (5/8/2019), tidak ada informasi dan pembahasan khusus di intern Fakultas Hukum UB.

”Ya kalau hanya sebatas menjadi penasihat hukum kan tidak masalah, meskipun yang bersangkutan (MH) saat ini statusnya dosen di sini (Fakultas Hukum UB),” terangnya.

Seperti yang sudah diberitakan, SS resmi berstatus tersangka sejak 29 Juli lalu. Setelah penetapan tersebut, anggota Polres Malang langsung dikerahkan guna memburu keberadaan pelaku.

Hingga akhirnya, setelah hampir sepekan berstatus buronan tersangka SS berhasil di ringkus polisi pada hari Minggu (4/8/2019).

Dari hasil penyidikan sementara, tersangka SS terbukti melakukan penggelapan uang milik Tirtasani Royal Resort, senilai Rp 1,2 milyar. Uang tersebut diduga merupakan hasil penjualan rumah, terhadap empat orang pembeli.

Namun demikian, penyidik hingga kini masih terus melakukan pendalaman. Selain mencari keterlibatan pelaku lainnya anggota korps berseragam coklat ini juga terus mencari jumlah nominal pasti yang digelapkan oleh tersangka SS.

Sementara ini, polisi menduga jika uang yang digelapkan SS bersama tiga orang komplotannya ini, mencapai lebih dari Rp 4 miliar.