Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan underpass Karanglo ditarget rampung pertengahan Agustus 2019, tepatnya pada tanggal 15 mendatang. Penuntasan itu dilakukan untuk mengurai kemacetan akibat sudah dibukanya tol Malang-Pandaan hingga pada pintu existing Karanglo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto menyampaikan, pengerjaan fisik harus sudah tuntas pada 15 Agustus. Pihak Jasa Marga sudah menyetujui usulan tersebut saat rakor yang digelar Dishub Jawa Timur belum lama ini.

"Selain itu juga diusulkan agar dipasang bando jalan sejauh 300 meter ke arah utara atau dari Kota Malang menuju persimpangan exit tol Mapan Karanglo sebagai penunjuk arah," katanya.

Pemasangan itu menurutnya untuk memberikan petunjuk bagi pengguna jalan. Sehingga saat memanfaatkan jalan bisa menentukan ruas mana yang akan digunakan. Semisal saat akan menuju Singosari, maka pengguna jalan bisa mengambil ruas kanan. Sementara bagi pengendara yang hendak ke arah sebaliknya dapat dipandu dengan rambu lalu lintas yang lebih jelas.

"Kementrian PUjuga telah menyanggupi untuk melakukan pelebaran jalan di arah exit tol menuju Karanglo dan dari exit tol menuju arah fly over Arjosari," imbuhnya.

Lebih jauh mantan Kasatpol PP Kota Malang itu menyampaikan jika Pemkot Malang juga mengusulkan agar kontrol traffic light di persimpangan Karanglo dibenahi. Karena saat ini kontrol trafic light di Karanglo masih manual dan masih membutuhkan operator yang turun di lokasi untuk mengkonfigurasi traffic light tersebut.

"Kami minta kontrol traffic light Karanglo agar di upgrade menjadi ATCS (Area Trafic Control System)," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk mengurai kemacetan dan mengantisipasi menumpuknya kendaraan dari exit tol Mapan, Dishub Kota Malang juga mengusulkan ada perubahan fase. Di mana saat ini ada empat fase, yakni dari arah utara menuju selatan (arah masuk Kota Malang), arah selatan ke utara (keluar Kota Malang, arah ke barat atau menuju Kota Batu, dan arah masuk tol.

"Itu sudah disepakati menjadi tiga fase, tapi masih akan dilakukan survey di lapangan, terutama saat puncak weekend," tutup Handi.