Tari topeng sebagai bagian dari kesenian tradisional yang masih eksis di Kabupaten Malang (dok MalangTIMES)

Tari topeng sebagai bagian dari kesenian tradisional yang masih eksis di Kabupaten Malang (dok MalangTIMES)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Plt Bupati Malang Sanusi meminta kepada jajaran terkait yang menangani sektor pariwisata untuk merangkul lebih erat kelompok-kelompok kesenian tradisional di Kabupaten Malang.

Khususnya untuk pariwisata yang terus mengalami grafik kenaikan dan terbilang sukses di Kabupaten Malang.

Permintaan untuk merangkul berbagai kelompok kesenian maupun para pelaku seni tradisi, didasarkan harapan besar Sanusi untuk menjadikan kesenian tradisional menjadi tuan rumah di sektor pariwisata.

"Saya meminta kesenian tradisional yang hidup di Kabupaten Malang ini dirangkul dan diajak dalam berbagai kegiatan kepariwisataan. Maupun diberbagai kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga kesenian tradisional bisa kembali bangkit dan dinikmati khalayak banyak," kata Sanusi, Senin (05/08/2019).

Sanusi melanjutkan, dirinya juga berharap bahwa di setiap kecamatan yang memiliki akar seni tradisi yang masih hidup untuk terus didorong keberadaan dan eksistensinya.

Kesenian kuda lumping perlu mendapat ruang di gegapnya sektor pariwisata Kabupaten Malang (Ist)

Dirinya tidak berharap berbagai kekayaan leluhur warisan nenek moyang dalam konteks kesenian, lambat laun hilang dan dilupakan masyarakatnya sendiri. 

Pun, dalam konteks pariwisata sebagai salah satu program strategis pemerintah Kabupaten Malang sampai 2021 datang.

Mengusung pariwisata berbasis masyarakat pedesaan, kata Sanusi, artinya juga mengangkat berbagai tradisi yang hidup dan berkembang sejak lama di wilayah-wilayah itu.

"Jadi tidak hanya fokus pada keindahan alam atau wisata buatan saja. Tapi juga mampu menyandingkannya dengan kesenian tradisional setempat sebagai pelengkap dan pendukung wisata itu sendiri," tegasnya.

Seperti diketahui, jejak kesenian tradisi yang masih bertahan hidup sampai saat ini di wilayah Kabupaten Malang, bisa dikatakan terbilang banyak. 

Tari topeng, macapat, jatilan dan Bantengan, tari beskalan, bedahan serta berbagai tarian lainnya, adalah bagian dari warisan turun temurun yang masih eksis sampai saat ini.

Tapi, tentunya, keberadaan mereka perlu adanya terus dorongan dari berbagai pihak. 

Khususnya pemerintahan Kabupaten Malang itu sendiri untuk melestarikan dan menghidupkannya dalam berbagai ruang dan kegiatan.

"Oleh karena itu saya minta ke OPD terkait untuk melakukan hal tersebut. Karena kesenian tradisional adalah bagian dari kehidupan kita semua," pungkas Sanusi.

End of content

No more pages to load