HRS kembali angkat isu kecurangan TSM Pilpres 2019 di acara Ijtimak Ulama IV (Wikipedia)

HRS kembali angkat isu kecurangan TSM Pilpres 2019 di acara Ijtimak Ulama IV (Wikipedia)



MALANGTIMES - Ijtimak Ulama IV yang digelar di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat, milik Tomie Soeharto, kembali mencuatkan persoalan pilpres 2019 yang telah usai. 

Dimana, pilpres 2019 lalu dianggap sebagai bentuk kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah terhadap umat Islam Indonesia.
Hal ini secara tegas disampaikan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab melalui rekaman suara yang diperdengarkan di acara Ijtimak Ulama  IV. 

"Pilpres 2019 itu kemenangannya umat Islam. Tapi dirampas secara zalim. Terjadi kecurangan Pilpres 2019 secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)," ucap Rizieq Shihab kepada para ulama dan tokoh yang hadir dalam Ijtimak IV, Senin (05/08/2019).

Pernyataan Imam Besar FPI yang juga sedang cukup memanas di Indonesia terkait perizinan ormas yang belum selesai di meja pemerintah itu. Khususnya terkait frasa, pilpres 2019 dimenangkan umat Islam, didasarkan pada antusias pencoblosan pada pemilu waktu itu.

Rizieq mengaku, kekuatan umat Islam bangkit di Pilpres 2019. Dengan ditandainya upaya umat muslim yang berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyokong pasangan capres dan cawapres yang direkomendasikan Ijtimak Ulama (Prabowo-Sandiaga).

"Ijtimak Ulama telah berhasil meningkatkan keikutsertaan umat untuk menyukseskan Pilpres 2019, sehingga umat berbondong-bondong mendatangi TPS untuk memenangkan capres-cawapres umat hasil Ijtimak Ulama," ucapnya.

Tidak hanya yakin atas adanya kecurangan TSM dalam pilpres, Rizieq juga meminta dalam  Ijtimak Ulama IV harus juga membahas kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi selama rangkaian Pilpres 2019. Baik kezaliman, ketidakadilan, pelanggaran HAM yang terjadi sebelum, saat berlangsung dan setelah Pilpres 2019.

"Segala kezaliman, ketidakadilan dan pelanggaran HAM sudah semestinya menjadi dan mendapat perhatian khusus dalam Ijtimak Ulama IV saat ini," ucapnya yang juga menyampaikan, bahwa semua itu merupakan ujian dari Allah swt untuk menguji umat Islam.

"Kesabaran, ketabahan kami di dalam perjuangan membela agama bangsa dan negara, sedang diuji Allah," imbuh Rizieq.

Terpisah, tokoh pergerakan 212 Habib Novel Bamukmin, saat disinggung mengenai Amien Rais yang merupakan penasihat dalam gerakan itu. Menyampaikan, bahwa posisi Amien di PA 212 paska pilpres 2019 juga akan dibahas dalam Ijtimak Ulama IV yang tertutup untuk media.
 

Pasalnya, kata Novel, sikap Amien sudah tak satu perjuangan lagi dengan PA 212 saat ini, alias berubah. Dari sosok paling keras dalam mengkritisi pemerintahan Jokowi, kini dianggap menurun. Terutama setelah Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi.

“Memang belakangan ini saya pribadi melihat dua sikap yang ditunjukkan oleh Pak Amien Rais yaitu saat menanggapi tentang rekonsiliasi Jokowi - Prabowo. Lalu sikapnya setelah membaca surat dari Prabowo yang agak melunak,” ujar Novel.

Hal inilah yang membuat posisi Amien dimungkinkan akan juga dibahas dalam Ijtimak Ulama IV yang juga membahas  arah politik umat ke depannya.

"Ijtimak kali ini akan membahas arah perjuangan umat ke depan. Insya Allah akan dibahas pula apa-apa saja yang akan dilakukan para ulama dan umat untuk laksanakan kegiatan setelah pilpres," ucap Bernard Abdul Jabbar, panitia steering commite Ijtimak Ulama IV.

Bernard juga mengatakan hasil Ijtimak Ulama IV hasilnya nanti akan disampaikan kepada publik. "Hasilnya, akan diumumkan ke publik sore nanti," pungkasnya.
 

 

End of content

No more pages to load