Kasi Pelayanan Kesehatan Primer (Yanprimer) Dinkes Kota Malang, dr. Endah Listiya Angraeni (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kasi Pelayanan Kesehatan Primer (Yanprimer) Dinkes Kota Malang, dr. Endah Listiya Angraeni (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) terus digencarkan. Selain melalui Quick Wins pelayanan darah yang baru-baru ini disosialisasikan, ada program lain yang terus dijalankan guna menurunkan AKI hingga menuju zero atau nol.

Ya, melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) upaya AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) tersebut dilakukan. Mulai dari peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan.

"Kesiapan kita untuk mencapai zero AKI di Kota Malang juga melalui P4K itu," ujar Kasi Pelayanan Kesehatan Primer (Yanprimer) Dinkes Kota Malang, dr. Endah Listiya Angraeni.

Meski di Kota Malang saat ini AKI mengalami penurunan, dimana catatan yang ada di Dinkes Kota Malang hingga akhir Juli 2019 lalu ada tiga kasus. Namun, hal itu tetap menjadi hal yang cukup krusial. 

"Walaupun menurun tapi masih ada. Jangankan tiga, satu saja bagi Kota Malang itu masalah, jadi harus dicegah. Kita inginnya kan zero. Semoga angka ini sampai akhir tahun ini tetap dan tidak bertambah," imbuhnya.

Selama ini penyebab AKI paling banyak disebabkan oleh perdarahan, eklampsi, infeksi, persalinan lama dan keguguran. Kondisi tersebut juga diperberat dengan keadaan tiga terlambat. Yakni, terlambat dalam mengambil keputusan, terlambat mencapai tempat rujukan, dan terlambat dalam mendapatkan pertolongan yang tepat di fasilitas kesehatan.

Karenanya, melalui P4K dan juga Quick Wins setiap pelayanan kesehatan dalam hal ini Puskesmas diharapkan bisa sigap dan cepat dalam menangani keadaan seorang ibu. Mulai dari kesiapan medis saat ibu hamil hingga proses pasca melahirkan.

"Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)-nya sendiri, bisa puskesmas klinik atau apapun yg menolong persalinan. Alatnya dipersiapkan, tenaganya, kompetensi profesional petugasnya, sama kecepatan kecekatan untuk mendeteksi mendiagnosa supaya kalau dirujuk ya dirujuk segera, tapi kalau ndak ya segera ditangani," pungkasnya.