Kondisi kebakaran hutan Lereng Panderman-Kawi. (Foto: istimewa)
Kondisi kebakaran hutan Lereng Panderman-Kawi. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Penanganan darurat kebakaran hutan di Gunungg Arjuno dan Lereng Panderman-Kawi dengan water bombing menggunakan helikopter RA22747/Mi-8, tidak bisa dilaksanakan dengan maksimal, Minggu (4/8/2019).

Penangan dengan water bombing itu terpaksa dihentikan pukul 15.00 lantaran kondisi cuaca yang sudah berawan. Ditambah dengan angin yang cukup kencang di area lokasi kebakaran. 

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu

“Operasi pemadaman udara hari ini dihentikan pukul 15.00 WIB berdasarkan rekomendasi otoritas penerbangan karena faktor cuaca berawan dan angin di lokasi kebakaran,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Operasi ini kembali diberhentikan setelah melaksanakan empat kali pemadaman melalui udara. Ya helikopter ini melakukan pengambilan air di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang sebanyak 4 kali.

Untuk satu kali pengambilan air itu dapat menampung hingga 4 ribu liter. Dengan demikian hari ini menghabiskan 16 ribu liter air untuk pemadaman di Gunung Arjuna dan Lereng Panderman-Kawi.

“Saat pengambilan air di bendungan, melihat ini hari Minggu operasi pengambilan air dari helikopter tidak sampai mengganggu wisatawan pengunjung di sana, bahkan menjadi daya tarik tersendiri,” imbuhnya.

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu

Sedang Minggu, tim berhasil melakukan pemadaman bara api di beberapa titik melalui udara di Gunung Arjuno. Di gunung Arjuno tim melakukan warer bombing sebanyak dua kali. Sebelum akhirnya bergeser melakukan pemadaman di kawasan petak 212 Lereng Gunung Panderman-Kawi yang memiliki luas keseluruhan 1.116,6 hektare. Area yang terbakar seluas kurang lebih 17 hektare. "Kondisi ini ditambah dengan angin cukup kencang, sehingga api merembet ke arah Gunung Gentong," imbuhnya.