Pembangunan drainase mulai jadi fokus Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang di tahun 2019 (dok MalangTIMES)
Pembangunan drainase mulai jadi fokus Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang di tahun 2019 (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan jalan seharusnya berbanding lurus dengan drainase atau saluran air. Baik drainase di kiri maupun kanan jalan. 

Sehingga antara pembangunan jalan dan drainase menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

Sayangnya, idealisasi itu masih belum terwujud di wilayah Kabupaten Malang. 

Dimana pembangunan jalan masih sangat mendominasi setiap tahunnya dibandingkan drainase. 

Padahal, beberapa kasus mudahnya jalan rusak dikarenakan drainase di kiri dan kanan jalan tidak berfungsi. 

Baik karena telah dicor beton menjadi bagian dari bangunan, maupun tidak tersentuh dan akhirnya "mampat".

Romdhoni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang pun, membenarkan terkait hal tersebut. 

Dirinya mengatakan, sampai saat ini pembangunan jalan dan drainase memang belum berbanding lurus.

"Kita akui dengan berbagai keterbatasan, maka idealisasi pembangunan tersebut belum berbanding lurus. Prioritas kepentingan dan keterbatasan anggaran, membuat pembangunan jalan yang didahulukan," kata mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Dari data tahun lalu, pembangunan drainase jalan sekitar 34 km. 

Dengan panjang jalan 1.668,76 km tentunya tidak berbanding lurus dan akhirnya menyebabkan jalan cepat rusak, terutama pada musim hujan.

Kondisi itu pula yang akhirnya membuat Dinas PU Bina Marga di tahun 2019 ini mulai memasifkan juga pembangunan drainase atau saluran air untuk beberapa jalan yang dibangun atau ditingkatkan kualitasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Romdhoni yang menegaskan, bahwa di tahun 2019 ini pihaknya mulai fokus juga membangun drainase jalan. 

“Kita akan tambah pembangunan drainase. Selain itu juga kita lakukan normalisasi, mulai dari pengerukan ulang drainase yang sudah ada maupun pembersihan. Ini dalam upaya mengimbangi panjang jalan terbangun dengan adanya drainase yang belum optimal,” ujarnya.

Selain upaya meminimalisir rusaknya jalan dikarenakan kurang memadainya drainase, pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang juga mengintensifkan petugasnya di UPT untuk melakukan berbagai pembersihan terkait drainase.

"Selain drainase, berem atau bahu jalan juga kita bersihkan dan kita kepras. Sehingga aliran air hujan bisa langsung mengalir, tidak memenuhi badan jalan,” imbuh Romdhoni.

Hal ini terlihat di beberapa ruas jalan yang ditingkatkan kualitasnya. 

Seperti di jalan Talangagung, Kepanjen, dimana peningkatan jalan dan pembangunan drainase dilakukan secara bersamaan.

Selain itu juga pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, kini sedang juga melakukan pembangunan drainase di jalan Karang Duren, Pakisaji. 

Seperti diketahui, ruas jalan dari Penarukan sampai karangduren, Pakisaji, telah terbangun mulus. 

Tapi pembangunan drainase dibeberapa titik yang masih belum maksimal terbangun. 

Hal ini yang membuat Dinas PU Bina Marga segera bertindak. 

Sebelum musim hujan datang dan membuat jalanan kembali digenangi air yang tidak bisa mengalir di saluran air kiri dan kanan jalan.

"Kita kerjakan saluran air di karangduren ini. Agar tidak kembali jalanan yang sudah terbangun, pada musim hujan jadi tergenang lagi. Serta membuat masyarakat kembali komplain," ucap  Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga, Suwiknyo.

Suwiknyo juga menegaskan, pihaknya sesuai dengan arahan pimpinan dan program kerja yang ada, terus mengintensifkan pembangunan drainase di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

"Pembangunan drainase tahun ini tidak hanya di Karangduren saja. Tapi juga dibeberapa daerah lain kita juga mengerjakan saluran air. Ada yang pelebaran, ada juga yang bangunan baru," pungkas Suwiknyo.