Pil “Setan” jadi Dalang Penyebab Puluhan Pelajar di Kabupaten Malang Jalani Rehabilitasi

Aug 04, 2019 21:17
Ilustrasi pil double yang disita petugas dari ungkap kasus narkoba (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ilustrasi pil double yang disita petugas dari ungkap kasus narkoba (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kalangan pelajar masih menjadi “langganan” peserta rehabilitasi yang ditangani BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Hingga akhir bulan Juli 2019 ini, sudah lebih dari 20 pelajar harus menjalani proses pemulihan karena kecanduan narkoba.

”Hingga saat ini, BNN Kabupaten Malang sudah merehabilitasi 22 pelajar yang kedapatan kecanduan narkoba,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin.

Jika dilihat secara keseluruhan, sejauh ini sudah ada 53 peserta rehabilitasi yag ditangani BNN Kabupaten Malang hingga akhir Juli lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 peserta yang menjalani rehabilitas merupakan kalangan pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) dan mahasiswa. 

”Para pelajar yang menjalani rehabilitasi ini merupakan remaja yang ada di rentang usia dibawah 19 tahun,” terang Agus.

Pihaknya menambahkan, mayoritas pelajar yang direhabilitasi ini, harus menjalani masa pemulihan lantaran kecanduan mengkonsumsi pil double L. 

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

”Jika dibandingkan narkoba jenis lain, seperti sabu, ganja, hingga ekstasi. Pil double L harganya terhitung lebih murah, sehingga para pelajar lebih mudah membeli narkotika jenis pil koplo dibandingkan dengan jenis lainnya,” ungkap Agus.

Banyaknya pelajar yang direhabilitasi karena kecanduan pil setan ini, juga marak terjadi di beberapa tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2018 lalu misalnya, ketika itu tercatat ada 95 peserta yang menjalani rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 peserta berasal dari kalangan pelajar.

”Tahun 2018 lalu, para pelajar yang direhabilitasi ini masih kecanduan jenis narkotika yang sama. Yakni kecanduan pil double L,” tutup Agus kepada MalangTIMES.com.

 

Topik
MalangBerita Malangnarkobanarkoba malangnarkotikaBNN Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru