Suhartini saat membuat bara api di Kafe Ubi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Suhartini saat membuat bara api di Kafe Ubi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Jika kafe umumnya menyuguhkan sajian kopi dengan camilan lebih modern, mungkin kafe yang satu ini agak nyeleneh. Namanya Kafe Ubi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.

Jika memasuki kafe ini, pengunjung akan dibawa rasanya di dapur tempo dulu. Kafe ini didesain terbentuk dari bambu-bambu sebagai pengganti tembok.

Kemudian seluruh perabotannya di sana terbuat dari tanah liat, bambu, dan sebagainya.

Memasaknya menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu.

Tidak hanya itu saja lantainya murni tidak diubah atau tetap rata dengan tanah, kafe ini memang mengajak pengunjung agar dekat dengan suasana tempo dulu.

Ditambang Kafe Ubi ini berada di tengah sawah jalan satu arah menuju Coban Lanang, Kota Batu.

Sehingga saat menyantap menu di sana akan merasakan udara semilir angin ditambah pemandangan sawah.

Selain itu jika datang di kafe ini akan disuguhkan dengan makanan ala petani. 

Lantaran di sana menyuguhkan makanan umbi-umbian yang masih hangat.

Seperti ubi, ketela rambat, dan sebagainya. Semua itu dimasak dengan dikukus dengan menggunakan cara tradisional yakni tungku.

“Karena inilah kafe ini diberi nama Kafe Ubi,” kata Pemilik Kafe Ubi, Suhartini.

Ia menambahkan, pengunjung yang datang pun juga bisa melihat sendiri dan mengambil makanan yang dijual dalam satu meja tersebut.

Seluruh makanan yang disuguhkan merupakan makanan khas atau tradisional.

Namun hadirnya kafe ini adalah untuk melestarikan makanan umbi-umbian yang ditanam petani di Desa Pandanrejo. 

“Melihat saat ini umbi-umbian ini mulai berkurang. Sehingga tetap menu utamanya di sini umbi-umbian atau yang dikenal dengan polo pendem ini,” imbuhnya.

Hal ini juga upaya untuk memberikan edukasi kepada anak-anak. Sebab di era saat ini mereka jarang mengerti hal tersebut, sehingga perlu untuk diberikan edukasi.

End of content

No more pages to load