Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni (kiri) (Nana)
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni (kiri) (Nana)

MALANGTIMES - Bagi daerah dengan wilayah luas, seperti di Kabupaten Malang, persoalan membangun jalan secara merata dan berkualitas sama di berbagai lokasi, bukan hal mudah.

Anggaran menjadi salah satu persoalan klasik setiap tahun untuk mewujudkan jalan mulus dan berkualitas sesuai status dan peruntukannya.

Tapi, kondisi itu bukanlah halangan untuk terus memupuk harapan. 

Berbagai strategi dan pendekatan untuk mampu mempercepat terwujudnya harapan besar atas jalan mulus dan berkualitas, terus diupayakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang.

Salah satunya adalah dengan memakai dana hibah jalan daerah yang tahun ini Pemkab Malang bisa meraihnya setelah berbagai koordinasi dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga sejak tahun 2018 lalu.

"Tahun ini kita bisa mengakses program hibah jalan daerah (PHJD). Nilainya sebesar Rp 32 miliar untuk membangun jaringan akses jalan menuju ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS)," ucap Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Anggaran PHJD dengan nilai terbilang besar itu pun telah mulai berjalan di wilayah-wilayah jalan pariwisata, khususnya dalam mendukung KSPN BTS. 

Hal ini terlihat dari tahapan lelang yang telah selesai serta penegasan dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

"Sudah berjalan dan diawali dari Tulus Besar ke arah Wringin Anom, Kecamatan Poncokusumo. Nantinya di tahun depan dilanjut lagi ke Gubuk klakah. Di tahun ketiganya pembangunan sampai turun ke perempatan yang ada di Tulus Besar," ungkap Romdhoni.

Lokus pembangunan jalan pariwisata, memang menjadi fokus Pemkab Malang. 

Sesuai dengan dokumen RPJMD maupun strategi program sampai 2021 nantinya. 

Dimana, pembangunan jalan yang diarahkan ke jaringan kolektor, diprediksi akan semakin menguatkan sektor pariwisata.

Jaringan kolektor dalam klasifikasi status jalan masuk sebagai jalan provinsi  dalam sistem jaringan primer yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota, atau antar ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.

Melalui konsep jaringan kolektor yang akan dibangun dengan PHJD inilah, harapan besar mewujudkan jalan pariwisata yang mulus dan berkualitas bisa dicapai. 

"Fungsi jalannya kita tingkatkan menjadi fungsi kolektor dari Poncokusumo, Wajak ke Turen ke arah Pantai Sendang biru dan Gondanglegi langsung  ke arah Bantur hingga ke JLS,"  ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata  Ruang Kabupaten Malang ini.

Melalui konsep kolektor ini pula, nantinya, lanjut Romdhoni, jalan pariwisata akan nyaman dilalui bus besar. 

"Sehingga lokasi pariwisata, khususnya di wilayah selatan dan arah KSPN BTS, bisa dilalui bus besar dan bisa dilalui dua arah," imbuhnya yang juga menarget, bahwa untuk jalan Bantur menuju pantai selatan, tahun 2020 sudah lebar semua. 

Dengan berbagai proyeksi semakin meningkatkan kunjungan masyarakat ke lokasi pariwisata dikarenakan jalannya semakin nyaman, aman dan mulus dilalui. 

Melalui pembangunan jalan pariwisata berjaringan kolektor serta mempergunakan PHJD, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang berupaya keras menjaga berbagai prasyarat untuk bisa mengakses dana itu. 

Setelah pembangunan yang awalnya mempergunakan dana daerah (APBD) selesai dan diverifikasi oleh kementerian, maka dana itu bisa diganti oleh pemerintah pusat.

"Ini kesempatan besar bagi kita untuk mewujudkan jalan kolektor pariwisata melalui skema PHJD. Karena itu kita komitmen mengawal seluruh tahapan dan proses pembangunan itu," pungkas Romdhoni.