Yayasan Belanda Diminta Partisipasi Perawatan Makam Kuno Kota Malang

Aug 04, 2019 19:46
Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang Dan Kepala UPT PPUsaat meninjau salah satu makam Belanda, yakni Dr Lavallete (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang Dan Kepala UPT PPUsaat meninjau salah satu makam Belanda, yakni Dr Lavallete (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Melihat banyaknya makam-makam kolonial Belanda di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani Sukun, Kota Malang, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang,  akan mendorong pemerintah daerah untuk bisa mengetuk funding-funding atau yayasan-yayasan Belanda agar bisa berperan serta dalam perawatan makam kuno tersebut.

"Mudah-mudahan jika ini (TPU Nasrani Sukun) sudah ditetapkan jadi cagar budaya, maka setidaknya kita bisa mengetuk funding, yayasan-yayasan Belanda yang konsen masalah makam Belanda ini," ungkap Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Agung H Bhuana (3/8/2019).

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Pasalnya, dijelaskan Agung, di beberapa kota yang  terdapat makam-makam kolonial Belanda, mendapat perhatian khusus atau uluran tangan dari Kedutaan Besar Belanda langsung.

"Di beberapa Kota seperti Bandung, Magelang, Bogor dan Surabaya, memang mendapatkan uluran tangan kedutaan Belanda. Rasanya tidak berlebihan, Kota Malang yang punya aset sebegitu bagus dari Belanda, mereka pasti akan memberikan satu perhatian khusus," bebernya.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelola Pemakaman Umum (PPU) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Takroni Akbar, mengatakan berkaitan dengan perawatan makam Belanda, pihaknya telah menyampaikan hal tersebut ke Wali Kota Malang.

Informasi dari Wali Kota Malang mengenai hal tersebut, sudah disampaikan kepada pihak konsulat Belanda. Hal itu juga disambut positif pihak konsulat Belanda.

"Ada respons yang bagus. Dan dari konsulat ingin datang untuk meninjau langsung ke sini," jelasnya.

Baca Juga : Film Dokumenter The Beatles 'Get Back' Rilis September 2020

Dari sinyal positif itu, pihaknya berharap, dari perawatan makam-makam tersebut, tidak hanya menggunakan anggaran dari Pemerintah Daerah saja, melainkan Pemerintah Belanda juga bisa menaruh perhatian, terutama untuk perawatan.

"Dengan begitu, perawatan pada makam-makam kolonial akan lebih maksimal, sehingga ketika orang-orang Belanda mengunjungi makam-makam leluhur mereka di sini, kondisinya semakin baik," pungkasnya.

 

Topik
MalangBerita MalangTPU Nasrani Sukun Kota MalangTim Ahli Cagar Budaya Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru