Ilustrasi bandar (kbknews.id)
Ilustrasi bandar (kbknews.id)

MALANGTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang mengungkap, jika saat ini para pengedar narkoba semakin pintar memilih pangsa pasar mereka. Saat ini, pangsa pasar yang lebih diincar pengedar adalah kalangan pelajar. Barang yang dijual jenis pil Koplo.

"Para bandar memang telah memilah atau membagi pangsa pasar mereka. Ok mau main di pil Koplo misalnya, maka mereka (bandar) membidik sudah, karena mereka juga tahu jika uang saku anak sekolah itu kadang Rp 10 ribu. Dan uang Rp 10 ribu itu bisa menjangkau jenis pil itu. Kalau dulu, Rp 10 ribu dapat delapan, kalau sekarang dapat sekitar lima butir," beber Kepala BNN Kota Malang, Bambang Sugiarto (2/8/2019)

Lanjutnya, maka dari itu, pihak-pihak sekolah maupun orang tua,  harus terus waspada dan mengawasi putra-putri mereka agar terhindarkan dari segala hal-hal  yang berbau negatif tersebut. "Namun dari kami juga terus berupaya untuk melakukan pencegahan, pemantauan dengan membentuk Tim Operasi Sayang yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang," bebernya

Tim tersebut terdiri beberapa unsur. Dari unsur kepolisian, dari BNN, dari Dindik, Dinas Kesehatan, (Dinkes), maupun Satpol PP. "Ini untuk pembinaan. Punya peran masing-masing. Misalkan ada yang bawa sajam Kita serahkan ke kepolisian, misalkan ada yang bawa rokok elektrik kita serahkan Satpol PP. Kita bergerak ke sekolah-sekolah yang dianggap zona merah dan kafe-kafe yang dianggap mengkhawatirkan,"jelasnya

Disampaikannya, memang di Kota Malang, peredaran pil Koplo cukup tergolong paling mendominasi setelah komik yang merupakan obat batuk. Selain itu, di setiap kota, peredaran Pil Koplo memang selalu menunjukan angka yang fantastis jumlahnya.

"Meskipun kami berfokus pada narkotika, kami kami tetap berupaya untuk mengimbau, dan memberikan pemahaman pada masyarakat, jika dalam penyalahgunanya akan menimbulkan dampak yang berbahaya. Dan jika memang kami menemukan pengguna, tentunya akan kami serahkan kepada kepolisian," bebernya.