Ilustrasi (IlmuGeografi.com)
Ilustrasi (IlmuGeografi.com)

MALANGTIMES - Tingkatkan kualitas jaringan pengelolaan air limbah, Pemerimtah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan amggaran sebesar Rp 2,8 miliar. Saat ini, proyek itu sudah masuk dalam tahap lelang. Pengerjaan fisik pun ditargetkan rampung sebelum akhir 2019.

Berdasarkan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang proyek ini sudah masuk dengan nama tender Belanja Konstruksi Penyediaan Sarana Pengelolaan Air Limbah (IPLT) dengan enggunakan APBD Kota Malang tahun anggaran 2019. Nilai pagu ditentukan sebesar Rp 2.837.516.000,-.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso menyampaikan, pembangunan sanitasi memang menjadi prioritas tahun ini. Karena belum semua masyarakat mendapatkan manfaat dari layanan sanitasi tersebut. Saat ini, jumlah rumah tangga yang belum menerima manfaat ia sebut tinggal sedikit dan terus dilakukan secara berkala. "Sudah ada sebenarnya, tapi kan belum semua memanfaatkan," katanya.

Melalui sarana pengelolaan air limbah itu, diharapkan pembuangan limbah domestik di Kota Malang menjadi lebih terpadu. Karena pemanfaatan pengelolaan tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat di kawasan perumahan dan permukiman.

Karena selama ini, masyarakat Kota Malang sebagian besar memiliki septic tank yang peresapannya di dalam tanah. Sehingga bukan tidak mungkin mempengaruhi kualitas sumur gali yang ada di sekitarnya. Terlebih, ada banyak septik tank yang sudah lama tidak dikuras. Padahal permukiman di Kota Malang semakin padat dan membuat jarak septic tank dan sumur gali semakin rapat.

"Jadi ini memang dibutuhkan untuk kesehatan lingkungan agar tidak tercemar. Diperlukan tempat khusus untuk mengelola limbah rumah tangga," imbuh pria berkacamata yang akrab disapa Sony itu.

Selain pengadaan jaringan-jaringan IPAL, Sony menyebut jika pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai sanitaai yang baik dan sehat. Dengan harapan masyarakat dapat mengetahui dampak dari membuang limbah yang tidak pada tempatnya. Sehingga teecipta lingkungan yang lebih bersih, aman, dan sehat.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

"Air limbah rumah tangga yang berasal dari WC, bekas cucian, dapur, apabila tidak diolah dengan tepat maka akan menyebabkan pencemaran air tanah yang akan berdampak pada kesehatan manusia," pungkasnya.