Berawal dari Iseng Bagikan Susu hingga Menjadi Tempat Belajar Anak Jalanan

Aug 03, 2019 18:16
Foto: SSCM for MalangTIMES
Foto: SSCM for MalangTIMES

MALANGTIMES - Fenomena anak jalanan yang mengamen, mengemis, berjualan, maupun berkumpul dengan teman-temannya di pinggir jalan merupakan hal yang cukup sering kita temui.

Baca Juga : Tundukkan Rasa Takut untuk Kemanusiaan, Ini Kisah Bripka Jerry yang Banjir Apresiasi

Dengan usia yang masih cukup muda, seharusnya mereka fokus untuk belajar. Akan tetapi, tak jarang mereka harus merelakan pendidikannya karena kesadaran akan pentingnya pendidikan yang rendah hingga masalah finansial keluarga yang menghambat.

Di tengah fenomena anak jalanan di Kota Malang, muncul sebuah komunitas peduli anak jalanan bernama Save Street Child Malang (SSCM). Terhitung 17 anak jalanan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah telah ditanggung biaya pendidikannya. Sementara, sejumlah 65 anak mengikuti kegiatan belajar mengajar bersama SSCM.

BACA JUGA : Save Street Child Malang, Harapan Baru Bagi Anak Jalanan Tuntaskan Wajib Pendidikan

Siapa sangka jika ternyata terbentuknya komunitas ini berawal dari ide yang muncul secara tak sengaja. Ketua SSCM, Yudhono menjelaskan, ide ini muncul pada tahun 2012 silam.

Waktu itu, lima orang mahasiswa yang mengadakan sebuah acara di kampus. Namun selesai acara, ditemui masih banyak konsumsi yang tersisa. Konsumsi yang masih tersisa pada saat itu adalah susu-susu kotak 250 ml. "Daripada mubazir, kami membagikan susu tersebut kepada anak-anak jalanan," ucapnya.

Namun ternyata kegiatan dari lima orang ini tidak hanya berhenti pada hari itu saja. Mereka adalah mahasiswa semester akhir yang kegiatannya tidak terlalu banyak. Jadi, untuk mengisi waktu luang, mereka melanjutkan kegiatan bagi susu tersebut.

Kegiatan yang mereka lakukan untuk yang kedua kalinya itu tidak hanya melibatkan mereka berlima saja. Mereka juga mengajak teman-teman yang lain untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

Hingga pada akhirnya, gerakan mahasiswa ini memiliki jumlah pengikut yang banyak dan menjadi sebuah komunitas dengan nama Save Street Child.

Pemberian nama Save street Child ini berawal dari adanya Save Street Child Jakarta. Mereka pun menghubungi pihak SSC Jakarta untuk izin menggunakan nama tersebut karena kegiatan yang dilakukan juga berhubungan dengan anak jalanan. "Dan akhirnya SSC Jakarta atau pusat menyetujuinya. Akhirnya terbentuklah komunitas ini pada 6 Maret 2012," tandas Yudhono.

Kegiatan yang dilakukan oleh komunitas memang berawal dari bagi-bagi susu. Hingga pada akhirnya sampai pada membuat program belajar bareng.

Untuk menghindari kebosanan dari anak-anak jalanan ini, SSCM memutuskan untuk mengadakan kegiatan belajar bareng di beberapa titik lokasi yang dibutuhkan oleh anak jalanan ini. "Titik belajar bareng tersebut di antaranya di daerah Arjosari, Muharto 7,  Muharto 3, dan Sukun," terang Yudhono.

Komunitas ini sudah berdiri selama 7 tahun. Mereka berfokus pada anak jalanan yang masih mempunyai niat untuk belajar namun terhalang oleh ekonomi orang tua.

Untuk saat ini total anak jalanan yang mengikuti kegiatan belajar bareng berjumlah sekitar 65 anak. Dalam kegiatan belajar bareng dan bagi-bagi susu ini, biasanya SSCM mengajak beberapa volunteer yang sudah mendaftar melalui sosial media Instagram. 

Topik
MalangBerita MalangSave Street Child Malangpentingnya pendidikan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru