Kolase foto persiapan Pemkab Malang menyambut acara AHL Akkopsi 2019 di Pujon Kidul (for MalangTIMES)
Kolase foto persiapan Pemkab Malang menyambut acara AHL Akkopsi 2019 di Pujon Kidul (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, rencananya akan digeruduk 70 bupati dan wali kota se-Indonesia. Kedatangan para kepala daerah ke Pujon Kidul direncanakan tanggal 8 Agustus 2019 datang.

Rencana kedatangan orang-orang nomor satu di daerahnya masing-masing tersebut, tentunya disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang. Bahkan, rencana kedatangan para  bupati dan wali kota itu telah terbilang lama ditunggu dan tentunya dipersiapkan oleh Pemkab Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.

"Sudah beberapa bulan ke belakang kita persiapan kedatangan para bupati dan wali kota se-Indonesia ke Pujon Kidul. Bahkan kemarin, kita pastikan ulang segala persiapan untuk menyambut para tamu dari berbagai kabupaten dan kota ini," kata Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Sabtu (03/08/2019) kepada MalangTIMES.com.

Rencana kedatangan 70 bupati dan wali kota ke Pujon Kidul, lanjut Wahyu, sebagai bagian dari tindaklanjut akan digelarnya kegiatan advocacy horizontal learning (AHL) Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) 2019. Dimana, Pemkab Malang ditunjuk oleh seknas Akkopsi sebagai tuan rumah pertemuan.

"Pemkab Malang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Akkopsi. Karena itu, sejak berbulan lalu kita persiapkan berbagai hal terkait acara itu. Bahkan tema pun telah kita fix-kan, yaitu terkait sinergitas pariwisata dan sanitasi," ujar mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini.

Tema itu pula yang membuat lokasi kegiatan disepakati di Pujon Kidul yang geliat pariwisatanya sedang terus naik daun di skala nasional. Pun, dalam menyeimbangkan atau menyelaraskan sektor pariwisata dengan kepentingan lingkungan hidup.

Seperti diketahui, Pujon Kidul telah diakui oleh Kementerian Pariwisata sebagai pariwisata berkelanjutan dengan kategori pemenang hijau, melalui Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2018. Penghargaan tersebut, secara langsung memperlihatkan bahwa pengelolaan desa wisata Pujon Kidul dilakukan secara berkelanjutan dan mendukung terhadap pembangunan lingkungan hidup di sekitarnya.

Pujon Kidul juga sebagai replika dari kerja keras dan cerdas masyarakat desa untuk membangun wilayahnya, tanpa menunggu adanya bantuan pemerintahan. Sikap itu merupakan fundamen kuat dalam kesuksesan pembangunan di sektor manapun. Tak terkecuali dalam persoalan sanitasi yang membutuhkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkannya.

Kunci keberhasilan pembangunan sanitasi adalah kesadaran kolektif masyarakat. "Dan hal itu telah berjalan di Pujon Kidul bahkan bisa saling bergandengan dengan pariwisata. Karena itu kegiatan Akkopsi 2019 disetujui di Pujon Kidul dan kita sebagai tuan rumahnya," ujar Wahyu.

Disinggung persiapan menjelang gelaran itu, Wahyu mengatakan, sudah hampir 100 persen siap. "Untuk persiapan acara dan lainnya sudah hampir 100 persen. Tinggal pengaturan parkir tamu saat acara yang masih kita fix-kan. Baik parkir di pendopo Kabupaten Malang dan nantinya di Pujon Kidul," ungkapnya. 

Selain hal itu juga terkait pengawalan dari 70 Bupati dan Wali kota yang akan hadir di acara. Dari titik keberangkatan yaitu dari pendapa Kabupaten Malang menuju Pujon Kidul. "Tinggal memastikan di hal itu untuk persiapannya. Kita masih punya waktu beberapa hari ke depan untuk memastikan semua berjalan baik dan lancar," pungkas Wahyu.