Ilustrasi teskit (Alatkesehatan.id)
Ilustrasi teskit (Alatkesehatan.id)

MALANGTIMES - Penyalahgunaan pil dobel L atau pil koplo di kalangan masyarakat, khsususnya kaum pelajar, memang saat ini cukup mengkhawatirkan. Hal itu, disebabkan beberapa faktor, seperti salah satunya adalah kendala pendeteksian pengguna pil dobel L atau pil koplo.

Pasalnya, dalam melakukan pendeteksian para penyalahguna pil dobel L, saat ini petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, masih mengalami kesulitan.

Hal tersebut, bukan tanpa sebab. Pihak BNN Kota Malang, masih belum mempunyai sebuah alat yang khusus digunakan untuk mendeteksi kandungan pil dobel L atau pil koplo pada seorang pengguna. Hal ini dibenarkan langsung oleh, Kepala BNN Kota Malang, Bambang Sugiarto.

Dijelaskannya, jika selama ini, alat pengetesan pil dobel L atau pil koplo, memang belum ada. Jika dalam pengetesannya menggunakan test kit narkoba, maka hasilnya akan percuma, karena tak terdeteksi.

"Alatnya memang belum ada. Kalau pakai alat test narkotika percuma, karenanya, diharapkan ini menjadi perhatian pemerintah, saya juga sudah menyampaikan kepada wali kota, agar bisa membuat sebuah terobosan," bebernya (3/8/2019).

Sambung Bambang, diharapkan dalam upaya terobosan itu, pihak pemerintah bisa bekerjasama dengan universitas setempat, dimana dalam hal ini adalah Universitas Brawijaya (UB) yang notabene bisa atau memiliki ilmu mengenai pengetesan ataupun dalam pembuatan test kit pil koplo.

"UB kan punya laboratorium dan punya Fakultas Kedokteran, farmasi, mungkin saja bisa membuat, dengan nantinya biaya dari pemerintah. Karena memang pil koplo, saat ini banyak menyasar siswa dan sekolah-sekolah," pungkasnya.

Tentu, dengan adanya test kit pil koplo ini maka dalam hal pendeteksian, hingga pengungkapan peredaran barang, lambat laun juga akan semakin mudah diketahui ataupun diberantas.