Para narasumber dalam Bekraf Developer Day di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para narasumber dalam Bekraf Developer Day di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekitar 1.400 peserta tampak antusias mengikuti rangkaian Bekraf Developer Day (BDD), hari ini (3/7/2019) di Kota Malang. Program unggulan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tersebut menghadirkan pakar dan pelaku industri kreatif digital yang mampu menginspirasi peserta dalam mengembangkan sub sektor aplikasi dan game. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Deputi Infrasturktur Bekraf Hari Santoso Sungkari mengungkapkan, program BDD bertujuan untuk mewadahi potensi para generasi muda di Jawa Timur, khususnya Kota Malang sebagai upaya mendorong kontribusi industri kreatif digital.

"Malang adalah kota yang menghasilkan kreator kreator muda yang potensial di sektor game dan aplikasi. Sudah saatnya cipta karya mereka bisa menjadi tuan rumah pasar di Indonesia, bahkan dunia," ujar Hari. 

Selain itu, lanjut Hari, BDD juga diadakan untuk menjembatani para developer dengan platform teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital. Salah satunya dengan menyediakan booth-booth yang memamerkan karya-karya developer lokal, serta booth Bekraf yang membuka pendaftaran dan konsultasi HKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) secara gratis bagi para penggiat ekonomi kreatif.

"BDD Malang diharapkan mampu menginspirasi para peserta dengan pengalaman para developer yang telah mencapai kesuksesan dan komitmen dari industri untuk memicu semangat kemandirian kewirausahaan developer atau pengembang piranti lunak," tukasnya.

Wali Kota Malang Sutiaji yang juga hadir sebagai pembicara mengungkapkan, pemerintah berusaha hadir dengan menguatkan sisi infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi kreatif. "Bukti hadirnya pemerintah ini adalah rencana pembangunan Malang Creative Center dengan anggaran Rp 180 miliar," ujarnya.

Bekraf mencatat, Kota Malang memiliki potensi besar dalam perkembangan subsektor aplikasi dan game. Hal tersebut dibuktikan dengan tumbuh dan berkembangnya subsektor aplikasi dan game sejak tahun 2002, yang diawali dengan dibukanya jurusan yang berkaitan dengan Teknologi Informasi di beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Hingga saat ini, terdapat lebih dari 4.800 lulusan sarjana dengan jurusan yang berkaitan dengan subsektor aplikasi dan game. Juga terdapat 92 perusahaan studno/startup di Kota Malang dan dalam kurun dua tahun terakhir ini meningkat menjadi 151 perusahaan. Pertumbuhan industri dalam subsektor bidang game dan aplikasi ini berdampak positif pada perekonomian masyarakat dan serapan tenaga kerja. 

Data Pemerintah Kota Malang menyebut, hingga saat ini, subsektor game dan aplikasi mampu menyerap lebih dari 2.200 tenaga kerja dan 624 personal linear yang aktif dalam bidang tersebut. Produk game seperti Panic, Paw Paw, Kimo Run, Galactic Rush serta startup media entertainment digital Kapanlagi Network lahir dan dibangun di Kota Malang. 

Bahkan, Kota Malang masuk dalam 10 besar program unggulan Bekraf Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dengan sub sektor unggulan aplikasi dan pengembangan permainan (game) dengan penyebutan ekosistem ekonomi kreatif terbaik untuk kategori kota di Pulau Jawa.

Kota Malang terpilih pada posisi dua besar terbaik kota kreatif sehingga ditunjuk sebagai role model kota kreatif di Indonesia. Prestasi ini merupakan kolaborasi pentahelix yang melibatkan komunitas/masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha dan media.