Ilustrasi gunungan sampah di TPA Supit Urang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Ilustrasi gunungan sampah di TPA Supit Urang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Permasalahan sampah yang terus semakin menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang bukan tidak mungkin bakal menyebabkan pencemaran lingkungan.

Bagaimana tidak, setiap harinya saja produksi sampah di TPA Supit Urang ini bisa mencapai 600 ton. Tak jarang, hal itu juga kerap memunculkan bau busuk di kawasan warga sekitar.

Mengantisipasi pencemaran lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang punya solusi dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang. Salah satunya, dengan pengembangan proyek Sanitary Landfill.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengatakan pengembangan proyek hibah Sanitary Landfill dari Kementerian PU tersebut masih dalam proses. Rencananya, bakal terselesaikan di akhir 2019 ini.

"Ini salah satu solusinya, Agustus 2018 lalu sudah dimulai pengerjaannya, nanti ditargetkan akhir tahun 2019 antara bulan November atau Desember selesai. Yang pasti, operasionalnya di awal tahun 2020 nanti," ujar dia.

Ia menjelaskan proyek ini senilai Rp 195 Miliar dari kerjasama pemerintah Indonesia dengan negara Jerman. Dimana melalui hibah tersebut, Pemkot Malang sebagai pengelolanya. 

"Jadi kita hanya pengelola pemanfataan dari hibah ini. Harapannya kedepan itu kan pengembangan TPA ini nanti kita mengaktifkan lahan dari Kementerian PU dengan sistem Sanitary Landfill itu," imbuh dia.

Proyek Sanitary Landfill tersebut mampu menampung kapasitas hingga 6-7 tahun kedepan. Nantinya, dengan proyek tersebut sampah yang masuk ke TPA Supit Urang setiap harinya akan tercover dengan tanah. Kemudian lanjut dia, resiko adanya kebakaran di kawasan tersebut juga akan berkurang.

"Plus minus kapasitasnya 6-7 tahun itu nanti. Kalau pakai Sanitary Landfill itu kan sampah tercover dengan tanah, tentu pencemaran udara berkurang. Resiko untuk terbakar juga berkurang bahkan malah nggak ada nanti," pungkas dia.