Mohamad Rifandi alias Franki (baju oranye) beserta barang bukti sepeda motor hasil curian saat diamankan polisi (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Mohamad Rifandi alias Franki (baju oranye) beserta barang bukti sepeda motor hasil curian saat diamankan polisi (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dengan kondisi babak belur usai dihajar massa, Mohamad Rifandi alias Franki warga Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, hanya bisa pasrah saat diarak warga ke kantor polisi, Jumat (2/8/2019) malam.

Kini, pria 24 tahun itu harus mendekam di balik jeruji tahanan Mapolsek Pakis, lantaran kasus pencurian kendaraan bermotor. ”Ketika hendak membawa kabur motor curian, aksinya sempat kepergok warga yang kemudian diamankan petugas ke Polsek Pakis,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Sabtu (3/8/2019).

Diperoleh keterangan, aksi pencurian kendaraan bermotor ini terjadi pada Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 21.30 WIB. Sesaat sebelum melancarkan aksinya, tersangka Franki beserta seorang temannya berinisial HN, sempat melakukan penyisiran di kawasan Kecamatan Pakis.

Hingga akhirnya, komplotan pencuri ini sepakat untuk menggasak sepeda motor Beat nopol N-3677-HJ milik Supaat warga Dusun Krajan, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis. ”Ketika itu motor yang disasar pelaku kedapatan sedang terparkir di depan toko dalam keadaan terkunci stir, usai ditinggal pemiliknya belanja,” sambung anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Ketika beraksi, lanjut Ainun, komplotan pencuri  ini kedapatan saling berbagi tugas. Dimana tersangka Franki bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan pelaku HN bertugas mengamati situasi.

Dirasa aman, pelaku kemudian merusak rumah kontak kunci sepeda motor milik korban, dengan menggunakan kunci T yang sudah dimodifikasi. Setelah berhasil membobol kunci kendaraan, komplotan ini bergegas membawa kabur kendaraan hasil curian tersebut.

Namun belum sempat jauh meninggalkan lokasi, aksi keduanya sudah kepergok warga. Merasa aksinya ketahuan, HN seketika bergegas kabur dengan mengendarai sepeda motor yang dijadikan sarana mencuri. Sedangkan tersangka Franki memilih lari ke arah perkampungan warga.

Anggota Polsek Pakis yang mendapat informasi akan aksi pencurian ini, langsung bergegas ke lokasi kejadian. Dengan dibantu warga sekitar, polisi akhirnya berhasil mengamankan tersangka Franki saat bersembunyi di belakang salah satu rumah warga setempat.

Nahas saat hendak dibawa ke kantor polisi, warga yang merasa geram sempat meluapkan emosinya dengan menghajar tersangka. Akibatnya sekujur tubuh dan wajahnya babak belur dihakimi massa. Beruntung, sebelum emosi warga semakin meluap, polisi segera membawa pelaku ke kantor Mapolsek Pakis.

”Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Selain mengamankan satu unit motor yang hendak dicuri tersangka, petugas saat ini juga masih melakukan penelusuran akan keberadaan pelaku HN yang berhasil kabur saat aksi pencuriannya diketahui warga,” terang Ainun.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, komplotan pencuri spesialis sepeda motor ini juga sempat melancarkan aksi serupa di halaman Masjid Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Aksi pncurian yang terjadi pada akhir bulan Juli ini, diketahui jika kedua pelaku saat itu berhasil membawa kabur sepeda motor Beat milik korban di TKP (Tempat Kejadian Perkara) Kecamatan Singosari.

”Akibat perbuatannya tersangka kami jerat dengan pasal 363 Ayat 1 KUHP, tentang tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) sepeda motor,” tutup perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.