MALANGTIMES - Pengguna media sosial (medsos) kembali dibuat gempar, Jumat (2/8/2019). Hal ini menyusul sebuah postingan di salah satu grup Facebook yang menunjukkan insiden kecelakaan maut.

”Karlos . Kronologi kurang paham .... Monggo seng ero ndang di oret" Lokasi setelah kampus itn 2 (Karangploso. Tidak paham kronologinya. Silahkan yang tahu informasinya tulis di kolom komentar. Lokasi setelah kampus ITN 2),” tulis akun Benol Ceper dalam postingannya di grup Facebook yang memiliki 641 ribu anggota tersebut.

Dalam postingannya, akun Benol Ceper juga menggungah beberapa foto pasca-kecelakaan. Selain kedua kendaraan usai kecelakaan yang tampak rusak parah, akun Facebook tersebut juga menampilkan beberapa foto korban yang mengenaskan.

Hingga berita ini ditayangkan, postingan tersebut sudah mendapat respons warganet hingga lebih dari 5 ribu tanggapan. Bahkan postingan tersebut juga sudah di bagikan sebanyak 126 kali. Selain itu, kolom komentar  dijejali ribuan tanggapan dari penghuni grul. Kebanyakan dari warganet mengaku prihatin atas kejadian kecelakaan maut yang terlihat tragis tersebut.

”Ya Allah saking nemen e (saking parahnya)...innalilahi wainailahirojiun semoga yg meninggal husnul khotimah,” tulis akun Rindu Roshan Ibrahim di kolom komentar.

Berawal dari postingan yang viral inilah, MalangTIMES.com mencoba untuk menelusuri kronologi dan identitas korban yang terlibat kecelakaan.

Diketahui, identitas korban kecelakaan maut itu bernama Wiwin Budi Arifin, warga Desa/Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. ”Akibat kecelakaan ini, korban mengalami luka parah di bagian kepala yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto, Jumat (2/8/2019).

Diperoleh keterangan, insiden maut tersebut terjadi di Jalur Losawi, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, sekitar pukul 00.50 WIB. Dari keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi, korban yang dinyatakan meninggal dunia ini kedapatan mengendarai sepeda motor Jincheng nopol W-4368-TC.

Kronologi bermula saat korban mengendarai sepeda motor dari arah timur dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, yakni di Jalur Losawi menuju Pujon. Dari arah berlawanan, korban hendak berpapasan dengan mobil pikap Grand Max nopol S-8119-WI yang dikemudikan Zainal Arifin, warga Desa Padar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

”Sesaat sebelum kecelakaan terjadi, pengemudi pikap sempat berupaya mendahului sepeda motor tidak dikenal yang ada di depannya. Namun karena korban yang mengendarai motor Jincheng lampunya tidak menyala, menyebabkan pengemudi pikap tidak menyadari jika ada kendaraan di depannya dan berujung pada kecelakaan,” sambung Agus.

Petugas kepolisian dari Unit Laka Lantas Polres Malang yang mendapatkan informasi kecelakaan maut tersebut langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Dengan menggunakan mobil ambulans, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang, sesaat setelah kecelakaan terjadi.

”Guna kepentingan penyidikan, dua kendaraan yang rusak parah sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kasus ini masih dalam tahap pendalaman, termasuk memburu identitas pengemudi sepeda motor yang kabur usai kecelakaan terjadi,” tutup Agus.