Foto istimewa
Foto istimewa

MALANGTIMES - Kondisi Rahil Hamdi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terancam drop out (DO) karena masalah administrasi. saat ini masih terpukul. Hal ini dinyatakan oleh kakak Rahil yang mendampinginya di Malang, Lidia, kepada MalangTIMES.

"Kondisi Rahil tentu saja sangat terpukul Mbak, karena tidak mengira setelah berjuang menyelesaikan skripsi malah tidak bisa lulus dari UMM," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Lidia pun semestinya harus kembali segera ke Riau untuk bekerja. Namun ia mengaku tidak tega meninggalkan Rahil sendiri di Malang.

"Saya semestinya harus kembali segera ke Riau, karena mesti bekerja. Namun tak tega meninggalkannya sendiri di Malang," ungkapnya.

BACA JUGA: Dukungan Netizen Dikucurkan untuk Rahil, Pihak UMM: Ini Murni Keteledoran Mahasiswa

Pihak UMM pun beberapa waktu belakangan ini terus berkomunikasi dengan pihak Kemenristek Dikti untuk menyelesaikan persoalan ini. Hingga saat ini, komunikasi dengan Kemenristek Dikti terus dilakukan.

"Nggih, Mbak. Masih dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait. Diupayakan semaksimal mungkin," ujar Kahumas UMM Joko  Susilo kepada MalangTIMES, Jumat (2/8/2019).

Permasalahannya, data mahasiswa kaitannya bukan semata-mata dengan UMM saja, melainkan dengan sistem yang lebih besar, dalam hal ini Kemenristek Dikti.

Joko menjelaskan, apabila berurusan dengan Kemenristek Dikti, prosesnya tidaklah sederhana. Apalagi ini mengubah data.

Sebelumnya Joko menyampaikan, selama ini, apabila terdapat permasalahan dengan data yang bisa dilakukan adalah update data. Update data ialah ketika ada data yang keliru kemudian data tersebut diluruskan. Tentu berbeda dengan kasus ini sebab yang dilakukan adalah mengubah data.

"Nah ini kan bukan update data tapi ini mengubah data, dari nonaktif menjadi aktif. Itu apakah dimungkinkan? Ini yang masih kami koordinasikan," ucapnya.

Permasalahan Rahil viral di media sosial setelah kakak Rahil, Rea Handayani menuliskannya dalam sebuah thread Twitter. Cuitan akun @malarea tersebut sudah di-retweet hingga sekitar 11 ribu orang.

 

 

Seperti yang diketahui, Rahil Hamdi, mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2012 yang baru saja sidang skripsi di semester 14 dengan IPK terakhir 3,32 terancam DO karena masalah administrasi.

Ia berstatus nonaktif karena lupa menginput "skripsi" ke dalam KRS semester 14. Namun, Rahil bisa menjalani proses pengerjaan skripsi hingga sidang.