Ilustrasi Pil dobel L (halopantura.com)
Ilustrasi Pil dobel L (halopantura.com)

MALANGTIMES - Satreskoba Polres Malang Kota membekuk Redi M (29), warga Mendit Timur, Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ia dibekuk karena kedapatan menjadi pengedar obat keras dan berbahaya (Okerbaya) jenis dobel L.

Tak tanggung-tanggung, jumlah barang bukti dobel L yang didapatkan dari tangan pelaku mencapai 5 ribu butir pil dobel L. Penangkapan Redi bermula dari tertangkapnya dua konsumennya.

Dua orang tersebut yakni, MAH dan juga IBS. Dari interogasi keduanya, diperoleh keterangan jika mereka bukanlah merupakan seorang pengedar, melainkan hanya sebagai konsumen yang membeli dari Redi.

Tak menunggu lama, keterangan tersebut langsung dikembangkan, hingga hasilnya Polisi menangkap Redi di Jalan Ronggo Warsito, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada 25 Juli 2019. "Dari tangan IBS dan MAH ini ditemukan 100 butir pil dobel L. Tapi karena mereka sebagai konsumen, statusnya sebagai saksi. Kita amankanlah R. Dari tangan mereka diamankan barang bukti 5000 butir pil dobel L," jelas Kasat Reskoba Polres Malang Kota, Iptu Rachmad Ridho Satrio.

Lanjutnya, 5000 pil dobel L tersebut, dikemas pelaku dalam lima plastik kecil. Selain barang bukti tersebut, petugas juga menemukan uang dari hasil penjualan dobel L sebesar Rp 150 ribu. "Saat ini petugas masih terus memeriksa yang bersangkutan, mengetahui darimana pasokan dobel L tersebut," bebernya

Pelaku membeli pil dobel L, setiap perenam butirnya seharga Rp 15 ribu. Kemudian, oleh pelaku, dijual kembali seharga Rp 20 ribu.

Akibat perbuatannya, kini Redi harus meringkuk di sel jeruji besi Polres Malang Kota. Tak tanggung-tanggung, hukuman yang akan jadi konsekuensi perbuatannya juga tak sebentar. Redi melanggar Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, ia juga menghimbau, kepada masyarakat, agar selalu waspada dengan bahaya narkoba yang merusak generasi bangsa. Masyarakat diminta aktif untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di tengah Kota Malang yang juga menjadi Kota Pendidikan. "Kami harapkan masyarakat juga ikut aktif memerangi narkoba," pungkasnya.