Sanitarian Puskesmas Mulyorejo, Sigit Wahyudi (kiri) saat menunjukkan hasil sabun berbahan dasar minyak jelantah (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Sanitarian Puskesmas Mulyorejo, Sigit Wahyudi (kiri) saat menunjukkan hasil sabun berbahan dasar minyak jelantah (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Limbah minyak goreng atau minyak jelantah masih kerap menimbulkan keresahan lingkungan. Bagaimana tidak, kebiasaan masyarakat saat ini yang masih menimbun, membuang jelantah ke selokan atau air mengalir, hingga melakukan penggunaan secara terus menerus ini bisa menjadi pencemaran lingkungan dan timbul penyakit.

Karena jika penggunaannya lebih dari empat kali, maka panjangnya akan menyebabkan resiko penyakit asam urat, kolesterol, dan yang lebih serius kandungan zat karsinogenik bisa menjadi pencetus penyakit kanker.

Karenanya, Puskesmas Mulyorejo membuat inovasi dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi sabun. Upaya ini juga sebagai bentuk pemberdayaan terhadap masyarakat tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga.

"Minyak jelantah ini secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh pada ekosistem. Dengan inovasi ini, masyarakat akan terpicu untuk mengelola limbah cairnya yang biasa dibuang menjadi bermanfaat," ujar Sanitarian Puskesmas Mulyorejo Sigit Wahyudi usai memberikan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jum'at (2/8).

Berikut cara jitu pembuatan minyak jelantah menjadi sabun ala Puskesmas Mulyorejo,

1. Siapkan Minyak Jelantah dan Bahan Pendukung Lainnya

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sabun ini cukup mudah. Yakni, minyak jelantah, NaOH atau soda api, dan air mineral. Kemudian siapkan juga alat untuk mencampur dan mengaduk, beserta cetakan. Bisa juga menyiapkan bahan tambahan aroma.

"Jangan lupa memakai masker dan kaos tangan. Karena kandungan dari campuran ini sedikit berbahaya," ujar Sigit.

2. Campurkan Bahan Utama

Cukup 50 mililiter atau sepertiga dari wadah aqua gelas air mineral, kemudian dicampurkan dengan satu setengah sendok makan NaOH. Setelah merata, mulai masukkan jelantah sedikit demi sedikit kemudian diaduk selama 30 menit.

"Sebelumnya, minyak jelantah ini disaring dulu dengan arang. Setiap satu liternya disaring dengan dua kepal arang yang tidak terlalu lembut. Campuran dengan minyak setidaknya diaduk sekitar 30 menit hingga mengental dan terlihat molor kalau adonan kue. Kalau mau ditambahkan essence di sela-sela mengaduk tersebut untuk menambah aroma wewangian," imbuhnya.

3. Masukkan Dalam Cetakan

Setalah tercampur semua bahan, bisa langsung dimasukkan ke cetakan kue atau cetakan apapun, dan didiamkan selama 1x24 jam hingga mengeras.

"Kalau cetakan kue apem, bahan-bahan dengan takaran yang tersebut tadi bisa digunakan hingga 6 cetakan," katanya.

4. Lepaskan Dari Cetakan dan Biarkan di Udara Terbuka, Sabun Siap Dipakai

Nah, untuk proses perubahan menjadi sabun jelantah membutuhkan waktu. Sehingga setelah mengeras, bahan tersebut dikeluarkan dari cetakan dan dibiarkan di udara terbuka selama kurang lebih 3-4 minggu.

"Kalau sudah sekitar itu maka akan berubah menjadi sabun. Dan sudah tidak jelantah lagi. Sabun bisa digunakan untuk mencuci kain-kain kotor," paparnya.