Petugas saat membagikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Petugas saat membagikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki musim kemarau, Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah yang marak mengalami musibah kekeringan. Dampaknya, selain harus membatasi jumlah penggunaan air, sebagian warga bahkan rela mengeluarkan uang guna membeli pasokan air bersih.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tercatat sedikitnya ada 7 wilayah di Kabupaten Malang yang marak mengalami musibah kekeringan.

”Tujuh wilayah yang masuk zona rawan kekeringan meliputi Kecamatan Kalipare, Donomulyo, Jabung, Singosari, Lawang, Sumberpucung, dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe),” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan.

Terkait hal ini, beberapa instansi terus berupaya guna mengantisipasi musibah kekeringan. Selain BPBD Kabupaten Malang, Polres Malang juga ambil andil dalam menanggulangi bencana kekeringan. Salah satunya dengan membagikan pasokan air bersih kepada warga yang terdampak.

”Setiap memasuki musim kemarau, kami rutin membagikan pasokan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Pada musim kemarau kali ini, petugas sudah memasok air bersih ke beberapa desa yang ada di Kecamatan Donomulyo,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Kamis (1/7/2019).

Sejak musim kemarau tiba hingga awal Agustus ini, tercatat sudah ada empat desa di Donomulyo yang mendapat pasokan air bersih. ”Keempat desa tersebut meliputi Desa Sumberoto, Purwodadi, Kedungsalam, dan Mentaraman,” terang Ainun ini.

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini menambahkan, aksi bagi-bagi air bersih tersebut bakal terus berlanjut hingga musim kemarau berlalu. Namun, sementara ini, armada pengangkut pasokan air bersih masih stand by di wilayan Donomulyo.

 ”Bagi masyarakat Kabupaten Malang yang mengalami musibah kekeringan dan membutuhkan pasokan air, silakan laporkan kepada kami. Nantinya armada tanki pengangkut air bakal kami terjunkan ke kawasan kekeringan tersebut,” imbuh Ainun.

Bercermin pada tahun-tahun sebelumnya,  Donomulyo memang menjadi daerah paling rawan terjadi musibah kekeringan. Pada tahun 2018 lalu misalnya, ketika itu tercatat ada dua desa yang mengalami kekeringan terparah. Yakni di Desa Purwodadi dan Sumberoto. 

”Tahun 2018 lalu, warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Donomulyo harus mengeluarkan uang guna mendapatkan pasokan air. Bahkan dalam sehari, warga di sana harus mengeluarkan uang hingga 65 ribu rupiah guna membeli air bersih,” tutup mantan kasat binmas Polres Malang ini.