Beberapa warga saat memberikan pilihannya di bilik suara pada Pilkades Kota Batu 2018 lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Beberapa warga saat memberikan pilihannya di bilik suara pada Pilkades Kota Batu 2018 lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sembilan hari, mulai 31 Juli hingga 8 Agustus 2019, adalah waktu bagi kesempatan masyarakat Kota Batu yang berminat mendaftarkan sebagai calon kepala desa. Tahun 2019 ini ada 11 desa di Kota Batu yang membuka pendaftaran pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades).

Hingga saat ini, Kamis (1/8/2019), sudah ada yang berniat mengikuti pilkades. Seperti di Desa Oro-Oro Ombo, ada empat orang mengambil formulir.  Lalu di Desa Beji tercatat tiga orang yang mengambil formulir. Dan di Desa Junrejo ada satu orang. 

“Selama sembilan hari ini, masyarakat Kota Batu diberi waktu untuk mendaftar sebagai kepala desa di 11 desa,” ungkap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Jika selama sembilan hari itu minta pendaftar tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, akan dilaksanakan perpanjangan waktu pendaftaran. Ya minimal harus ada dua pendaftar calon kepala desa di tiap desa.

“Masing-masing desa ini minimal harus ada yang daftar dua orang. Kalau tidak begitu, akan kami lakukan perpanjangan waktu,” imbuhnya. 

Setelah dilakukan pendaftaran, tahapan selanjut yang akan dilakukan adalah   seleksi administratif dan tes tulis. Kemudian pada bulan September akan diumumkan penetapan bakal calon kepala desa. Dilanjutkan dengan masa kampanye tiga hari saja, yaitu 23 September hingga 25 September. 

Untuk 11 desa itu, jatah anggaran per desa masing-masing yang diberikan berbeda-beda. Antara lain di Kecamatan Junrejo, Desa Beji dengan anggatan Rp 76 juta, Desa Junrejo Rp 79 juta, dan Desa Torongrejo Rp 72 juta. 

Sedangkan di Kecamatan Batu, Desa Sidomulyo anggarannya Rp 72 juta, Desa Sumberejo  Rp 76 juta, dan Desa Oro-Oro Ombo Rp 79 juta.

Di Kecamatan Bumiaji, Desa Punten dijatah Rp 71 juta, Desa Gunungsari Rp 77 juta, Desa Tulungrejo Rp 83 juta, Desa Bumiaji  Rp 74 juta, dan Desa Giripurno Rp 84 juta.