Keluarga Mahasiswa UMM yang Terancam DO Mengaku Belum Ada Pihak Kampus yang Menghubungi

MALANGTIMES - Kendati sudah viral di media sosial, permasalahan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terancam di-drop-out (DO) belum menemui titik terang.

Pihak keluarga Rahil Hamdi, mahasiswa yang terancam DO dan berstatus nonaktif karena lupa meng-input "skripsi" ke dalam KRS semester 14, mengaku belum ada pihak UMM yang menghubungi pihaknya.

BACA JUGA: Ini Bentuk Kejanggalan yang Dirasa Keluarga Mahasiswa UMM yang Terancam DO

Hal ini diungkapkan kakak Rahil, Rea Handayani melalui akun Twitter-nya, @malarea. "Sampai saat ini belum ada pihak kampus yang menghubungi kami. Dari beberapa artikel yang mengutip humas @UMMcampus, masih fokus di kesalahan administrasi adik saya. Saat ini statusnya kami sedang siapkan berkas2 laporan ke @Kemristekdikti," tulisnya dalam thread Twitter yang dibuatnya.

 

 

Dihubungi MalangTIMES, salah satu kakak Rahil yang lain, Lidia, yang saat ini mendampingi Rahil juga menyatakan bahwa pihak kampus belum menghubungi keluarganya. "Sampai sekarang belum ada pihak UMM yang menghubungi pihak kami, Mbak," ujar Lidia kepada MalangTIMES.

Kepada MalangTIMES, Kepala Humas UMM Joko Susilo menyampaikan, saat ini pihaknya memang masih terus berkoordinasi dengan pihak Kemenristek Dikti.

"Kita upayakan proses terus dengan berbagai pihak, karena ini kan berkaitan dengan sistem sebetulnya. Sistem yang ada di UMM kalau sudah terkait dengan status kemahasiswaan, itu kan terintegrasi dengan sistem dikti," jelasnya.

Karena itu, UMM belum bisa memastikan apakah Rahil bisa lulus. "Belum bisa dipastikan dan ini masih kami usahakan. Tapi kami juga tidak bisa memberi garansi. Masalahnya ini kan kaitannya bukan semata-mata dari UMM. Tetapi ini kan terkait dengan sistem yang lebih besar, dalam hal ini dikti dan sebagainya," ucapnya.

Joko mengungkapkan, dengan adanya kasus ini, sebenarnya pihak kampuslah yang paling bersedih. "UMM kan komitmennya mengantarkan peserta didik kepada kesuksesannya. Jadi, kalau ada situasi seperti ini, yang paling sedih itu malah UMM," ungkapnya.

Dikatakan Joko, pihak keluarga Rahil pun sudah datang ke UMM dua hari berturut-turut untuk menyelesaikan persoalan ini. "Sudah dua hari berturut-turut ke kampus. Sudah dijelaskan. Sudah ketemu pihak jurusan. Sudah ketemu bidang 1. Sudah diinformasikan situasi, kondisi, posisinya, dan sebagainya. Jadi, prinsip dasarnya sebetulnya sudah memahami. Bahkan pada waktu itu juga sudah menyampaikan murni kelalaian mahasiswa. Si mahasiswa sendiri juga menyatakan demikian," bebernya.

Berdasarkan rilis dari UMM yang diterima MalangTIMES, sebetulnya yang bersangkutan dan keluarganya sudah mendapatkan penjelasan permasalahannya dari pihak UMM.

Berdasarkan catatan akademik, mahasiswa yang bersangkutan berstatus nonaktif pada semester 14. Di samping itu, masih ada 1 mata kuliah yang masih belum lulus.

Dengan demikian, dalam sistem yang terkoneksi dengan sistem pada Kemenristek Dikti, status mahasiswa tersebut tidak tercatat pada semester 14 ini. Kondisi tersebut yang menyebabkan seluruh proses input data yang berkaitan dengan mahasiswa tersebut tidak dapat dilakukan.  

Sebetulnya UMM sudah melakukan upaya preventif melalui berbagai kebijakan bagi mahasiswa semester lanjut. Khusus untuk angkatan 2012, setahun sebelum masa studi habis atau memasuki semester ke-12 sudah dipanggil dan dikumpulkan untuk diberi pengarahan. Juga membuat surat pernyataan kesanggupan lulus pada semester genap 2018/2019.

Di sisi lain, pihak fakultas dan program studi intensif melakukan upaya monitoring dan pemanggilan secara berkala. Jadi, kondisi yang dialami mahasiswa tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila prosedur dan sistem administrasi diikuti.   "Jadi,  ini betul-betul murni kelalaian, keteledoran, ketidak hati-hatian dari si mahasiswa yang bersangkutan," tandas Joko.

Joko menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengusahakan segala sesuatunya. Ia berharap semuanya bisa berjalan dengan baik. "Tetapi kan karena UMM bukan pembuat keputusan akhir dan ada sistem yang lebih besar lagi, maka kita lihat situasinya nanti," pungkasnya.

 

Top