MALANGTIMES - Keheningan masyarakat sekitar yang tinggal di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo dibuat gempar. 

Kehebohan warga ini lantaran ditemukan jenazah yang meninggal dunia dengan posisi leher terjerat seutas tali, Kamis (1/7/2019) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, jenazah yang menggemparkan masyarakat tersebut diketahui bernama Sih Wiyanto, warga setempat. 

”Penyebab kematian korban meninggal dunia, diduga lantaran bunuh diri dengan cara gantung diri,” kata Kapolsek Tirtoyudo, AKP Suyoto.

Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui oleh Sujanto, warga setempat. 

Tepatnya sekitar pukul 06.00 WIB, saksi berniat memberi makan ternak babi miliknya, yang berada di pekarangan belakang rumahnya.

Setibanya di lokasi kejadian, pria 40 tahun itu melihat mayat menggantung di pohon jambu yang berdekatan dengan kandang babi miliknya.

Ketika dipastikan jika jenazah tersebut merupakan tetangganya yang bernama Sih Wiyanto. 

Saksi akhirnya mengabarkan kejadian ini kepada istri korban yang bernama Sri Andayani.

Mengetahui jika kematian korban tidak wajar, peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek Tirtoyudo dan tim medis dari Puskesmas setempat diterjunkan ke lokasi kejadian.

”Berdasarkan keterangan medis, tidak ditemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban,” sambung Suyoto.

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini mengaku masih terus mendalami penyebab pasti kematian korban. 

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi mendapati beberapa barang bukti. 

Selain pakaian dan sandal yang dikenakan korban, petugas juga mengamankan seutas tali tampar yang diduga digunakan sebagai sarana bunuh diri. 

”Dari hasil penyidikan sementara, penyebab korban bunuh diri diduga karena faktor depresi,” imbuh Suyoto.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan keterangan pihak keluarga korban. 

Dimana beberapa hari sebelum nekat mengakhiri hidupnya, Sih Wiyanto nampak murung dan lebih memilih untuk menyendiri. 

”Pihak keluarga menolak jika jenazah korban diotopsi. Selain itu keluarganya juga bersedia membuat surat pernyataan, dan menganggap kematian korban murni sebagai musibah,” pungkasnya.