Sudah Tidak Ditemukan Titik Api, Tapi Masih Menyisakan Bara Api di Gunung Arjuna

Aug 01, 2019 11:07
Area lahan yang telah berhasil dipadamkan oleh tim di Gunung Arjuna.
Area lahan yang telah berhasil dipadamkan oleh tim di Gunung Arjuna.

MALANGTIMES - Akhirnya kebakaran hutan yang terjadi sejak Selasa (30/7/2019) sudah tidak menyisakan titik api di Gunung Arjuna pada Kamis (1/8/2019). Hanya saja masih terpantau terdapat bara api.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

“Informasi terakhir laporan dari RPH 04 dari rekan-rekan Tim Gabungan 17 personel yang berada di atas Gunung Arjuna bahwa sudah tidak ada titik api. Untuk saat ini 17 personel itu berada di lokasi Gunung Kembar,” kata Achmad Choirur Rochim Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu.

Kondisi terkini di area kebakaran masih terpantau ada bara api yang belum padam dari kayu dan akar yang terbakar. Untuk mengantisipasi kondisi ini, tentunya terus dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya api baru.

Sebab hingga saat ini situasi di lokasi angin cukup kencang. Ditambah kondisi lahan di Gunung Arjuna kering karena musim kemarau.

“Diperkirakan kebakaran hutan ini dipicu karena musim kemarau ditambah angin yang kencang menimbulkan gesekan pada pohon,” imbuhnya. 

Sebelumnya kebakaran itu terjadi bermula pada Minggu (28/7/2019), lalu pada Senin (29/7/2019) api dapat dipadamkan. Sayangnya pada Selasa (30/7/2019) muncul titik api baru diduga dari rambatan api tersebut. 

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Dalam pemadaman kebakaran hutan sejak Selasa (30/7/2019) ada 12 orang yang melakukan operasi melalui jalur pendakian Giri Pura Arjuna. Karena kondisi ini Gunung Arjuno sudah dinyatakan ditutup untuk pendakian sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sedang untuk luasan kawasan Tahura Raden Soerjo mencapai 27.868,30 hektare. Wilayahnya hutan ini mencakup lima administrasi pemerintahan yakni Kota Batu, Kabupaten Malang, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, dan Kediri.

Secara topografi kawasan ini terdiri dari delapan gunung yaitu Gunung Arjuno, Anjasmoro, Kembar I dan II, Welirang, Ringgit, Argowayang, dan Gunung Gede. Memiliki beragam keanekaragaman hayati.

Di sana terdapat tiga tipe vegetasi hutan yakni hutan alam cemara gunung, padang rumput, serta hutan hujan tengah. Kemudian kawasan konservasi ini menjadi habitat yang baik bagi rusa sampai elang jawa.

Topik
MalangBerita MalangKebakaran hutanGunung ArjunaAchmad Choirur Rochim
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru