Suasana antusiasme ibu dan anak mengikuti Lomba Balita Sehat Indonesia di Puskesmas Mulyorejo (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana antusiasme ibu dan anak mengikuti Lomba Balita Sehat Indonesia di Puskesmas Mulyorejo (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Balon-balon dan alat permainan mewarnai Lomba Balita Sehat Indonesia di Puskesmas Mulyorejo. Para balita terlihat antusias adu kesehatan.

Dengan membawa balon, mereka mengikuti arahan dewan juri. Mulai dari pemeriksaan fisik balita, hingga tumbuh kembang dan yang lainnya menjadi kriteria penilaian dalam lomba ini.

Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg. Indra Ratna Sari mengatakan perlombaan kali ini ditujukan bagi para balita di wilayah lingkup Puskesmas Mulyorejo. Nantinya, pemenang dari tingkat Puskesmas ini akan melaju ke tingkat Dinas Kesehatan Kota Malang.

(Dok. Puskesmas Mulyorejo)



"Ini dalam rangka penyeleksian, dimana juga bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, kemudian Hari Kesehatan Nasional dan juga peringatan HUT RI yang ke-74. Nantinya anak balita yang terbaik akan ikut dalam perlombaan di tingkat Dinkes," ujar dia.

Lucunya, meski di tengah proses penjurian beberapa anak balita juga kerap terlihat rewel, namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme kegiatan ini. Karena sistem penilaian bisa dilihat saat anak-anak tengah berinteraksi dengan lingkungan baru di sekitarnya.

Bahkan tidak hanya balitanya saja yang dinilai, tetapi kegiatan sang ibu juga turut menjadi perhatian. Karena ada lima tahap yang dinilai dalam Lomba Balita Sehat Indonesia kali ini.

Diantaranya, kesehatan ibu dan anak, status gizi, kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penilaian fisik bayi dan aktivitas ibu terhadap organisasi, dan DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak). 

Susasana penjurian Lomba Balita Sehat Indonesia Puskesmas Mulyorejo (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



"Dari lima unsur tersebut pasti tidak murni dari bayi saja. Bagaimana kita melihat tumbuh kembang bayi, dimana akan terlihat dalam status gizinya, imunisasinya juga. Kemudian aktivitas sang ibu, seberapa sering bersosialisasi di masyarakat itu juga berpengaruh pada tumbuh kembang dan kemampuan interaksi si anak," imbuhnya.

Melalui acara ini, setidaknya para balita ini tidak hanya sehat hanya saat perlombaan saja. Melainkan dalam keseharainnya-pun juga harus memenuhi SPM (standart pelayanan minimal) balita, sehingga targetnya bisa terpenuhi.

"Semacam motivasi ya, tidak hanya yang menang lomba tapi bagi yang lain khususnya di wilayah Puskesmas Mulyorejo ini balitanya bisa ideal memenuhi SPM. Untuk pemenuhan gizi bagi balita juga harus seperti apa, rutin ke posyandu hingga anak usia lima tahun salah satunya. Sehingga gizi anak juga terpantau," pungkas dia.