Sudah 70 Hektare Lahan yang Terbakar di Gunung Arjuna, Ini Dampak Buruk yang Dikhawatirkan

Aug 01, 2019 10:49
Kepulan asap saat terjadi kebakaran hutan di Gunung Arjuna. (Foto: istimewa)
Kepulan asap saat terjadi kebakaran hutan di Gunung Arjuna. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Hingga Rabu (31/7/2019) luasan lahan dan hutan yang terkena dampak kebakaran hutan mencapai 70 hektare. Hasil ini didapatkan dari analisa tim di lapangan dengan estimasi kebakaran per 24 jam bisa berdampak 30 hektare. 

“Berdasarkan analisa atau kajian di lapangan, estimasi luasan kebakaran per 24 jam sekitar 30 Ha. Sampai dengan Rabu itu, diperkirakan luasan hutan yang terbakar sudah mencapai 70 Ha,” kata Achmad Choirur Rochim Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Dengan semakin luas area hutan yang terbakar, potensi ancaman banjir bandang di musim hujan mendatang akan semakin besar. “Tentunya imbas dari kebakaran ini yang cukup mengkhawatirkan terjadi nanti saat musim hujan,” jelasnya, Kamis (1/8/2019).

Dalam pemadaman kebakaran hutan sejak Selasa (30/7/2019) ada 12 orang yang melakukan operasi melalui jalur pendakian Giri Pura Arjuna. Saat tim memadamkan itu terjadi beberapa kesulitan pemadaman. 

“Pertama kesulitannya itu menjangkau area kebakaran karena beberapa titik api berada di kemiringan 60 derajat keatas,” imbuhnya.

Kesulitan ke dua karena jauhnya lokasi titik area  terbakar, dengan perjalanan kurang lebih 4-8 jam. Lalu terbatasnya titik area terbakar yang bisa diakses Tim Gabungan Pemadaman.

“Karena di sini kami juga memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan (K3) petugas,” tambah Rochim.

Baca Juga : Riset: Surabaya, Gresik, dan Malang Selatan Alami Perubahan Ketinggian Permukaan Tanah

Juga keterbatasannya ketersediaan sumber daya personel yang memiliki kualifikasi atau kompetensi pemadaman kebakaran di medan gunung hutan, khususnya dalam hal fisik.

Kawasan yang terbakar merupakan hutan konservasi yang banyak terdapat flora dan fauna. Ditambah peralatan pemadaman itu dengan menggunakan cara manual yakni sabit dan peralatan yang terbatas.

Personel atau instansi yang terlibat yakni BPBD Kota Batu, Taman Hutan Raya (tahura) Raden Soerjo, TNI, Polri, BPBD Jatim, Relawan, FPRB Sumbergondo, dan warga.

Topik
MalangBerita MalangKebakaran hutanAchmad Choirur Rochim Gunung Arjuna

Berita Lainnya

Berita

Terbaru