Mulai Hari Ini, Biaya Administrasi E-Retribusi Pasar di Kota Malang Dihapus

MALANGTIMES - Mulai hari ini, Kamis (1/8/2019)/ Dinas Perdagangan Kota Malang resmi menghapus biaya administrasi e-retribusi yang sebelumnya dibebankan kepada para pedagang. Lantaran tak sedikit pedagang yang mengeluh saat diminta membayarkan biaya administrasi sebesar Rp 5 ribu per bulannya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, antusias para pedagang untuk membayar retribusi menggunakan mesin EDC atau e-retribusi sangat tinggi. Perolehannya pun dinilai sangat luar biasa mampu mendongkrak sektor pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.

"Pencapaian target retribusi sangat bagu, semester awal 2019 sudah 53 persen dan salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan e-retribusi," katanya pada wartawan belum lama ini.

Sehingga, lanjutnya, penghapusan biaya administrasi dilakukan untuk memberi kenyamanan lebih pada pedagang. Sehingga, setiap harinya pedagang dapat membayarkan kewajibannya tersebut tanpa ada beban, dan tetap dapat memperoleh pendapatan yang memuaskan.

"Setelah kami koordinasi dengan bank, maka dilakukan sistem penghapusan biaya administrasi tersebut," tambahnya.

Selain penghapusan biaya administrasi, menurutnya juga akan dilakukan pembenahan dan pengecekan pada alat EDX. Karena banyak petugas yang mengeluhkan alat tersebut sudah mulai eror. Salah satu penyebabmya lantaran adanya kendala pada signal.

Saat ini, menurut Wahyu dari 27 pasar di bawah naungan Dinas Perdagangan, masih ada tiga pasar rakyat yang belum menerapkan e-retribusi. Ke tiganya adalah Pasar Blimbing, Pasar Besar, dan Pasar Induk Gadang. Dalam waktu dekat penetapan e-retribusi akan dilakukan.

"Pedagang Pasar Blimbing sudah setuju. Pedagang Pasar Besar sudah membuka rekening untuk kebutuhan e-retribusi, sementara Pasar Induk Gadang kemungkinan masih minggu depan," pungkasnya.

 

Top