Ilustrasi penyerangan (lintangnews)
Ilustrasi penyerangan (lintangnews)

MALANGTIMES - Apes menimpa Farid Antony (28), warga Jl Laks Martadinata, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

Sebab, saat sedang asik duduk bersama dua rekannya, di jalan gang depan rumah salah satu rekannya, tepatnya di Jalan Laks Martadinata I/1047, RT 010 RW 003, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ia diserang seseorang tanpa sebab.

Kejadian tersebut bermula, ketika korban bersama rekennya bernama Dani dan Rahmat, duduk di jalan gang depan rumah salah satu rekannya, tepatnya di Jalan Laks Martadinata I/1047, RT 010 RW 003, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kemudian, tak berselang lama, datanglah seorang laki-laki, yang diketahui berinisial TF (40), warga  Jl Laks Martadinata, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menaiki motor dan menghampiri korban.

Saat itu, TF sembari marah-marah tanpa alasan yang jelas, juga membawa senjata tajam berupa clurit. 

TF juga mengacungkan senjata tajam yang ia bawa kepada korban dan rekannya. 

Namun setelah marah-marah dan mengacungkan clurit yang ia bawa, TF kemudian pergi meninggalkan pelaku.

Tak berselang lama, ternyata TF datang lagi menghampiri korban. 

Namun kali ini, bukan hanya marah-marah saja, namun pelaku sedikit beringas. TF membacok kursi bambu yang didekat korban. 

Selanjutnya, pelaku mengarahkan cluritnya ke arah korban.

Beruntung saat itu, clurit yang dilayakan TF ke arah lengan korban, tak melukainya begitu parah. Korban hanya mengalami luka memar.  

Mendapat perlakuan tersebut, korban dan juga temannya, kemudian kabur berupaya menyelamatkan diri.

Dari situ, sekitar pukul 22.40 WIB, korban selanjutnya melaporkan aksi penyerangan tersebut ke Polres Malang Kota, bersama dua rekannya untuk menjadi saksi.

"Saat ini masih proses penyelidikan lebih lanjut. Keterangan kebih lanjut, besok digabung dengan rilis narkoba," jelas Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni (31/7/2019).