Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kota Malang mengimplementasikan Penerapan Pendidikan Karakter (PPK) ke dalam banyak hal. Beberapa di antaranya, pemberian pelatihan dan workshop kepada tenaga pendidik dan kependidikan; penghapusan calistung di sekolah kelas 1 dan 2; penerapan pendidikan karakter anti korupsi; unjuk kerja/pentas seni dalam hari besar nasional bagi siswa dan pendidik dan tenaga kependidikan, hingga rapor rekam jejak siswa.

Untuk mewujudkan nilai mandiri, Dinas Pendidikan Kota Malang melakukan ujian nasional berbasis komputer dan penerapan siswa yang kreatif, inovatif, mandiri dengan lomba.

Untuk mewujudkan nilai integritas, terdapat lomba ultras sekolah unggul transparan, pendidikan karakter anti korupsi, serta ulangan harian dan ujian semester berbasis online.

Sementara untuk mewujudkan nilai religius Dinas Pendidikan dan sekolah di awal kegiatan diadakan doa bersama, gerakan salat tepat waktu berjamaah, serta gerakan beramal Rp 1.000 setiap hari.

Di lingkungan pendidikan, program Gerakan Beramal Rp 1.000 Setiap Hari tersebut sudah diterapkan di semua sekolah. Beramal Rp 1.000 Setiap Hari ini terbukti sangat bermanfaat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM sempat bercerita bahwa hasil sedekah tersebut sempat membantu siswa SMPN 23 Malang untuk berkompetisi di Malaysia.

"Kemarin ada siswa kebetulan mau berangkat ke Malaysia untuk lomba. Ia termasuk 10 besar jadi harus ikut lomba di Malaysia. Tidak ada anggaran di bos untuk SPPD ke Malaysia. Orang tuanya kebetulan tidak mampu. Akhirnya gerakan Rp 1.000 ini bisa menolong mereka untuk memberikan tiket. Karena tiketnya tidak ditanggung tapi uang makan dan penginapan di sana ditanggung," bebernya belum lama ini saat memberikan materi dalam Dialog Pendidikan "Penguatan Pendidikan Karakter melalui Penanaman Nilai Moral Pancasila" Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud RI di Hotel Swiss Belinn, Malang.

Berkat bantuan dari hasil sedekah tersebut, dikatakan Zubaidah siswa SMPN 23 itu berhasil menjadi yang terbaik nasional. "Ini hal kecil tapi berarti," imbuhnya.

Selain mewujudkan nilai karakter religius juga mewujudkan nilai gotong-royong dan integritas.

"Jadi bisa ngambil pelajaran di religiusnya dan juga mengambil di gotong-royongnya," tandas Zubaidah.

Untuk itu, kepada Kepala Sekolah, Zubaidah meminta agar pengelolaan hasil sedekah dipercayakan ke Dinas Pendidikan agar lebih bisa berguna di lingkup seluruh kota, tidak hanya di sekolah saja.

"Kami nanti akan setiap bulan melaporkan uang masuknya dan penggunaannya. Kalau Panjenengan mengelola sendiri insya Allah ya cukupnya hanya di sekolahan sendiri. Tapi ini yang tidak mampu juga akan bisa menikmati. Ini bukti nyata Penerapan Pendidikan Karakter di Kota Malang," tegasnya.

Jadi, agar manfaatnya lebih besar, pengelolaan dana sebaiknya disatukan di Dinas Pendidikan. Alasannya, apabila pengelolaan dana di masing-masing sekolah maka azas manfaatnya kurang. Tetapi kalau di dinas akan bisa menjangkau permasalahan yang kecil sampai yang besar.