Atasi Macet, ATCS hingga Rekayasa Lalu Lintas Siap Dipermanenkan

Jul 30, 2019 17:12
Ilustrasi kemacatan di kota malang (Dok. MalangTIMES)
Ilustrasi kemacatan di kota malang (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan akan kembali memasang area traffic control system (ATCS) di beberapa titik untuk mengatasi kemacetan. Selain itu, beberapa rekayasa lalu lintas (lalin) yang sempat dijajal dalam waktu cukup lama akan dipermanenkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto menyampaikan, pemasangan ATCS di antaranya seperti di traffic light Jl MT Haryono (Dinoyo), traffic light jembatan Jl Soekarno-Hatta (pintu masuk UB) dan di Jl Cengkeh.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Melalui sistem ATCS yang dapat mendeteksi kepadatan kendaraan itu, ia optimistis kemacetan di beberapa titik yang selalu padat di jam-jam sibuk dapat diatasi. Ke depan, sisten yang ada itu diharapkan terintegrasi langsung dengan kantor Dishub Kota Malang. Sehingga proses pemantauan dapat dilaksanakan lebih mudah lagi. "Di tiga titik terebut akan dipasang ATCS dan sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya.

Selain pasangam ATCS, upaya lain yang dilakukan adalah membuat permanen rekayasa lalu lintas di beberapa titik yang dinilai telah efektif. Di antaranya bundaran Jl Bandung, Jl Soekarno-Hatta, Jl Jakarta, dan Jl Ki Ageng Gribig. Dari hasil evaluasi, beberapa titik tersebut sudah banyak mengurai kemacetan.

"Jadi, rekayasa lalin akan dipermanenkan. Itu sesuai dengan hasil koordinasi dengan forum lalu lintas," jelas Handi lagi.

Untuk membuat rekayasa lalin berlangsung permanen,  Dishub bekerjansama dengan beberapa OPD. Di antaranya  Disperkim yang menata taman median jalan. Sementara marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas akan tetap menjadi tanggung jawab Dishub. "Kami selalu koordinasi dengan OPD terkait tentunya," pungkas Handi.

 

Topik
MalangBerita Malangarea traffic control systemrekayasa lalu lintasDinas PerhubunganUniversitas Brawijaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru