Mohammad Hatta sang proklamator pecinta kucing (Ist)
Mohammad Hatta sang proklamator pecinta kucing (Ist)

MALANGTIMES - Terkadang, rasa geram terhadap sesuatu tidak selamanya bisa dilampiaskan dengan kemarahan. Apalagi pemicu rasa geram itu, misalnya, hanya dikenal lewat berbagai karya tulis, film serta hal lainnya yang jauh dari jangkauan.

Hal ini pula yang terjadi saat sosok proklamator Indonesia, Mohammad Hatta merasakan geram. Kegeramannya pada para diktator dunia yang dikenalnya lewat berbagai berita, pada saat itu, misalnya Adolf Hitler atau Mussolini yang sempat membuat dunia terjerat dalam perang begitu panjang dengan korban yang membuat bulu kuduk meremang, membuat Hatta melampiaskannya dengan cara unik.

Yakni menyematkan nama-nama diktator itu kepada kucing peliharaannya. Hal ini direkam dalam kisah perjalanan Hatta saat dirinya dibuang Belanda ke Banda Naira.

Dalam buku berjudul Bersama Hatta, Sjahrir, dr Tjipto dan Iwa R Sumantri di Banda Naira (2002) karya Des Alwi, dituliskan, bahwa sosok Hatta yang kebalikannya Soekarno, ternyata memiliki hobi memelihara kucing. Bahkan, Hatta terbilang pecinta kucing, sama dengan Soekarno yang saat dibuang ke Ende juga memiliki pasukan khusus yang dipeliharanya. Yakni gerombolan kucing berjumlah 35 ekor.

“Oom Kaca Mata memelihara beberapa ekor kucing berwarna harimau di rumah barunya. Beliau memang seorang penyayang kucing. Semua kucing peliharaannya adalah kucing jantan,” tulis Des Alwi dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Dian Rakyat ini.

Uniknya, Hatta menamakan kucing-kucing yang dipeliharanya itu dengan nama tokoh-tokoh besar dunia. Baik para diktator yang membuatnya geram, seperti Hitler, Mussolini, Franco, sampai pada para pahlawan di belahan dunia lain, misalnya Josip Broz Tito, seorang revolusioner dan negarawan Yugoslavia.

Kucing Hatta yang kulitnya mirip macan diberi nama Hitler. Sedangkan kucingnya yang putih belang-belang hitam diberi nama Tito.

Sayangnya Hatta kepada kucing, tidak hanya saat dirinya diasingkan oleh Belanda saja. Dalam buku Pribadi Manusia Hatta yang terdiri dari 12 jilid serta mengupas sisi manusiawi sang proklamator dan diselaraskan oleh Yos Sudarso. 

Dituliskan, bahwa di rumahnya, Jakarta, Hatta juga memelihara banyak sekali kucing. Salah satu kucing kesayangan Hatta juga diberi nama unik yaitu Jonkheer. Gelar bangsawan pada masyarakat Belanda waktu itu.

Jonkheer merupakan kucing yang paling tertib di mata Hatta. Sehingga wajar saja kucing ini menjadi kesayangannya. Seperti yang disampaikan anak kedua Hatta, Gemala Rabi'ah Hatta, dalam buku Pribadi Manusia Hatta.
“Dalam hal ketertiban ini Ayah memandang Jonkheer sebagai kucing yang tahu berdisiplin,” kata Gemala. 

Bila sedang keluar rumah, Jonkheer menunggunya pada saat kira-kira Hatta akan kembali ke rumah. Ia juga tahu jadwal kegiatan Hatta. Kapan mandi atau ke ruang perpustakaan. Waktu Hatta sakit, ia tidak suka makan dan mengeong-ngeong di muka kamar seakan ikut merasakan sakit tuannya. Begitulah pengakuan Gemala.

Hatta juga bukan tipikal orang yang hanya senang kucing tapi tidak merawat dan mengajarinya. Sebaliknya, rasa sukanya pada kucing membuatnya tetap memperhatikan kebutuhan para kucing itu. Memberi makan daging yang dipotong kecil-kecil,  membagi porsi makanan dengan adil, serta menjentik kucing besar yang rakus dan berusaha menghabiskan porsi kawannya.