Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Kesehatan remaja, saat ini tengah menjadi fokus perhatian bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Lantaran, potensi penyakit anemia di kalangan remaja putri disinyalir hingga kini masih cukup tinggi.

Karenanya, selain terus melakukan sosialisasi rutin, Dinkes Kota Malang juga rutin memberikan tablet tambah darah di setiap sekolah-sekolah di wilayah Kota Malang melalui program 'Jumat Berkah' atau Jumat Berikan Tablet Tambah Darah.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, SST, MM mengatakan semua remaja putri di Kota Malang harus meminum tablet tambah darah tersebut. Frekuensinya cukup dengan satu butir obat saja setiap satu minggu sekali.

"Itu adalah dosis baru yang diperoleh dari Kemenkes. Kalau dulu kan setiap menstruasi harus minum itu ya tablet tambah darah. Sekarang fisiologinya karena remaja belum dalam kondisi hamil, cukup satu butir saja setiap minggunya," ujar dia.

Tablet tambah darah ini menurut dia bisa didapatkan gratis di Puskesmas wilayah Kota Malang. Pihaknya telah menyiapkan persediaan obat untuk setidaknya satu tahun sebanyak 95 ribu tablet.

"Kita bagikan ini gratis, kami sudah menyiapkan stok tercukupi untuk satu tahun. Setiap remaja putri SMP dan SMA di semua sekolah di Kota Malang bisa meminumnya. Nanti tiap sekolah yang berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk ketersediaan obatnya," imbuh dia.

Namun, penggunaan obat tambah darah tersebut juga harus sesuai. Dimana, tidak dianjurkan untuk diminum bersamaan dengan makanan atau minuman yang menghambat penyerapan zat besi, salah satunya adalah susu. Hal inilah yang menurut dia harus dipahami remaja.

"Bagaimana susu bisa menghambat penyerapan zat besi? Jika minum obat tablet tambah darah bersamaan dengan susu itu. Jadi meskipun itu sama-sama makanan yang baik tapi jika minumnya bersamaan, IOM (interaksi obat dan makanan) akan berperan dan menghambat di sana," pungkasnya.