Ilustrasi Naskah Kuno (Republika)
Ilustrasi Naskah Kuno (Republika)

MALANGTIMES - Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang berupaya untuk melakukan digitalisasi terhadap arsip dan dokumen-dokumen bersejarah yang saat ini disimpan oleh masyarakat umum. Selain untuk menambah koleksi, digitalisasi itu juga dimaksudkan agar dokumen bersejarah tersebut bisa diakses secara luas. 

Kabid Pengelolaan Arsip Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Wahyu Hariyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi pada masyarakat pemilik arsip dan dokumen sejarah.

 "Kami mengumpulkan masyarakat yang mempunyai arsip sejarah. Tujuannya untuk menghimpun di mana letak arsip sejarah yang disimpan masyarakat umum," tuturnya. 

Setelah dilakukan pendataan, tim dari Perpustakaan Kota Malang akan melakukan pendokumentasian serta menyalin arsip tersebut. Sasarannya adalah masyarakat umum, kolektor dan juga pecinta arsip sejarah. 

"Ke depan nanti kami bisa mengalihmediakan ke dalam bentuk digital. Kalau diminta kan nanti persyaratannya cukup rumit jadi kami hanya mengkopi dan mengalihmedia, nanti yang asli dikembalikan ke pemiliknya," urainya.

Wahyu menyebut, arsip yang disimpan masyarakat terdiri dari beragam bentuk. Contohnya berupa tulisan-tulisan kuno, sejarah berdirinya suatu gedung, dan lain-lain. "Misalnya sejarah berdirinya Toko Oen, dokumen rancangan bangunannya, asalnya dulu dari mana, dan lain-lain. Targetnya belum bisa ditentukan berapa banyak karena saat ini masih tahap awal pendataan dan pemetaan," ujarnya.

Dia mengimbau agar masyarakat yang memiliki dokumen lawas untuk secara mandiri melaporkan ke Perpustakaan Kota Malang untuk didata. "Kualifikasi arsip sejarah yang bernilai tinggi. Misalnya tahunnya di bawah 1960 dan lain-lain. Diduga jumlahnya banyak sekali, ratusan lah yang tersebar di masyarakat, tapi saat ini masih digali mana yang bisa disimpan salinannya di perpus," sebutnya.

Dengan demikian, jumlah arsip yang dimiliki Perpustakaan Kota Malang juga akan bertambah. "Sehingga khasanah arsip yang dimiliki perpus bisa semakin banyak. Kalau di perpustakaan saat ini ada sekitar 1500-an arsip sejarah yang sudah dialihmediakan, sudah dipublikasi secara online dan bisa diakses semua masyarakat," pungkasnya.