Rencana lahan yang akan dibebaskan untuk jalan tembus pembangunan Alun-alun Kepanjen (dok MalangTIMES)
Rencana lahan yang akan dibebaskan untuk jalan tembus pembangunan Alun-alun Kepanjen (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen, kembali diangkat. Setelah beberapa tahun lalu sempat terbengkalai karena tersandung pembebasan lahan yang tak kunjung selesai. 

Tak terselesaikannya pembebasan lahan untuk jalan yang melewati persawahan warga ini, membuat anggaran di tahun lalu menjadi Silpa. Dengan besaran anggaran sekitar Rp 29 miliar.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Kondisi itu membuat rencana molor dari target. Sampai akhirnya di pertengahan tahun 2019 ini, kembali diangkat. Tentunya dengan target yang dipercepat, yaitu pembebasan lahan bisa selesai di akhir tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Tomie Herawanto Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang. Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan ini mengatakan, bahwa rencana pembebasan lahan sawah warga untuk jalan Alun-alun Kepanjen, ditarget selesai akhir tahun ini.

"Pembebasan lahan kita upayakan bisa rampung jelang akhir tahun ini. Sehingga nantinya pembangunan jalan tembus menuju Alun-alun Kepanjen bisa segera dilakukan," kata Tomie, Senin (29/07/2019).

Seperti diketahui, rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen juga beriringan dengan rencana pemindahan seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang. Dari wilayah Kota Malang menuju ke Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang. 

Rencana itu telah diusung sejak akhir tahun 2017 lalu. Dimana di tahun 2018, lahan seluas 3,8 hektar (ha) dengan 56 bidang yang telah diinventarisir Dinas Pertanahan, berhadapan dengan kendala. Yakni, sebagian besar pemilik lahan yang akan dibebaskan berdomisili di luar Kabupaten Malang serta ada juga yang di luar negeri.

Hal ini yang akhirnya sampai akhir 2018 lalu, rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen kembali terhenti dan tidak bisa dilanjutkan.
Adanya target baru di tahun ini, anggaran yang telah disiapkan dalam APBD Kabupaten Malang mencapai Rp 85 miliar.

 Dimana, total anggaran pembebasan lahan digabung dengan peningkatan kapasitas jalan menuju Malang Selatan.

"Anggaran untuk jalan tembus secara keseluruhan kami jadikan satu juga dengan peningkatan kapasitas jalan menuju Malang Selatan. Total anggarannya sekitar Rp 85 miliar," ujar Tomie. 

Tomie juga menyampaikan, di tahun ini, Pemkab Malang juga memiliki rencana untuk melakukan pembangunan Kepanjen Convention Center (KCC) yang rencananya akan di mulai  tahun 2020 datang. Tentunya, rencana itu pun tidak lepas dari keharusan Pemkab Malang menyelesaikan pembebasan lahan yang akan dibangun KCC.

Sehingga fokus di pertengahan tahun ini adalah penyelesaian pembebasan lahan dari berbagai rencana pembangunan tersebut. "Kita fokus pada pembebasan lahan untuk mewujudkan rencana pembangunan itu," ujar Tomie.

Baca Juga : Sehari 83 Warga Surabaya Positif Covid-19, Gubernur Jatim: Warga Kurang Dapat Informasi

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Hari Sasongko, juga membenarkan fokus di tahun ini terkait pembebasan lahan. Apalagi, beberapa rencana pembangunan, seperti Alun-alun Kepanjen sampai terbaru KCC merupakan kegiatan yang masuk Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2020. 

"Beberapa pembebasan lahan untuk pembangunan memang jadi bagian dalam KUA-PPAS 2020. Selain tentunya menjadi program dalam RPJMD Kabupaten Malang 2016-2021," ujar Hari.

Politikus PDI-Perjuangan yang kembali mendapat mandat warga sebagai wakil rakyat itu, menerangkan bahwa ada beberapa titik lokasi lahan yang akan dibebaskan. Selain jalan tembus untuk Alun-alun Kepanjen, lahan untuk KCC yang rencananya berada di dekat kantor UPTD Dinas Pendidikan Kepanjen, juga ada beberapa titik lahan pembangunan lainnya.

"Untuk KCC direncanakan dekat kantor UPTD Dinas Pendidikan Kepanjen. Kami akan bernegoisasi dulu dengan pemilik lahan yang di belakangnya," ujar Hari.

Tomie juga menyampaikan hal yang sama terkait beberapa lokasi lahan yang harus dibebaskan untuk mewujudkan pembangunan tersebut. Untuk KCC yang terbilang baru dan diproyeksikan sebagai gedung pertemuan, rapat dan berbagai kegiatan lainnya. Pemkab Malang memang harus menuntaskan dulu lahannya, sehingga tidak terulang kembali kendala yang sama dengan rencana pembangunan alun-alun.

"Lokasi KCC sekitar kantor UPTD Dinas Pendidikan di kelurahan Penanggungan dan SDN 4 Penanggungan. Dimana, tentunya nanti akan ada pembebasan lahan warga serta tukar guling untuk lahan persawahan di belakangnya yang terkena pembangunan," pungkas Tomie.