Keseruan Ribuan Warga Serbu Gunungan Tumpeng Buah dan Bunga Kirab Nyawiji Sengkuyung Bumiaji Kota Batu

Jul 28, 2019 20:38
Ribuan warga berebut gunungan tumpeng di lapangan Gelora Arjuna Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Minggu (28/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Ribuan warga berebut gunungan tumpeng di lapangan Gelora Arjuna Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Minggu (28/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gunungan tumpeng buah-buahan dan bunga mewarnai kirab Nyawiji Sengkuyung Bumiaji oleh warga Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Minggu (28/7/2019). Ribuan warga langsung berebut sedekah bumi dari 9 desa Kecamatan Bumiaji di lapangan Gelora Arjuna Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji.

Sebelum gunungan tumpeng itu bisa diambil, ada ritual yang dilakukan dengan iring-iringan diawali dengan Penjor. Kemudian dilanjutkan dengan Iring-iringan yang membawa kekhasan masing-masing desa.

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Di Kecamatan Bumiaji ini memiliki sembilan desa, seperti di Desa Sumber Brantas gunungan tumpeng itu dibuat dari Kentang. Karena kentang itu merupakan hasil bumi di sana.

Lalu dari Desa Tulungrejo membawa Apel, karena memang di sana penghasil buah apel. Sama halnya dengan Desa Tulungrejo, Desa Bulukerto juga membuat gunungan tumpeng dari apel. 

Lainnya dari Desa Sumbergondo membuat gunungan tumpeng apel. Di Desa Bumiaji membawa jambu Kristal, sebab di sana merupakan penghasil kambu kristal.

Desa Pandanrejo cukup mencolok lantaran membawa gununga tumoeng stroberi, karena di sana merupakan pusatnya buah stroberi. Jika yang lainnya membawa buah-buahan, berbeda dengan Desa Gunungsari yakni membawa mawar. Dan dari Desa Punten membawa Jeruk dan Desa Giripurno membawa sayur. 

Tidak hanya hasil bumi, setiap Iring-iringan membawa encek, jodang, diikuti atraksi peraga hingga beragam budaya kekhasan masing-masing desa. 

Gunungan Tumpeng itu dibawa dengan menempuh 8 kilometer perjalanan. Mengambil start dari Lapangan Desa Punten sekitar pukul 12.00 WIB, kirab  berangkat melewati Jalam Raya Selecta. 

Kurang lebih seratus meter saja kirab melalui jalan raya Selecta, kemudian belok ke arah Jalan Purwosenjoto menuju ke Dusun Keliran, kemudian ke Dusun Grinting-Dusun Cagar-Dusun Banaran-Dusun Binangun dan finish di lapangan Bumiaji.

Sesampainya di lapangan itu gunungan tumpeng itu dijadikan satu. Sebab sebelum boleh diambil, bersama-sama dengan Wali Kota Batu membacakan doa.

Ribuan warga pun sudah memenuhi lapangan tersebut karena tidak sabar untuk mengambil gunungan tumpeng tersebut. Ya saat detik-detik panitia mengizinkan gunungan itu, ribuan warga sudah memadati tumpeng tersebut.

Ada warga pun juga rela menaiki gunungan tumpeng itu agar bisa mendapatkan buah tersebut. Dalam kirab ini mengangkat tentang kearifan lokal yang dikemas dalam Kirab Nyawiji Sengkuyung Bumiaji. 

Baca Juga : Film Dokumenter The Beatles 'Get Back' Rilis September 2020

Faris Nur Antoni (25) Panitia Tim Kirab Nyawiji Sengkuyung Bumiaji menjelaskan, mempersatukan masyarakat Kecamatan Bumiaji untuk gotong royong dengan membangun peradaban budaya keaftifan bumiaji. “Karena itu di sini semua kebudayaan dan kearifan lokal kami persembahkan untuk warga Kecamatan Bumaijai,” ungkap Faris.

Selain itu, Adanya kegiatan ini juga untuk mempererat budaya gotong royong di Kecamatan Bumiaji. Mulai dari warga petani, pelaku seni, dan lainnya.

Adanya kegiatan ini juga untuk menyambut Bulan Berkunjung Kecamatan Bumiaji. Bulan Berkunjung ini adalah jadwal untuk menyambut wisatawan. Oleh karena itu setiap desa menyuguhkan penampilan dan potensi alam di masing-masing desa.  "Dengan acara ini bisa tahu semua, potensi setiap desa. Juga ingin mengenalkan kepada wisatawan kekhasan budaya di Kecamatan Bumiaji,” imbuhnya.

Topik
BatuBerita BatuGunungan Tumpeng Buah dan Bunga BatuKirab Nyawiji Sengkuyung Bumiaji Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru