Hydrant (123rf.com)
Hydrant (123rf.com)

MALANGTIMES - Kebakaran di Kota Malang bisa menimpa warga Kota Malang setiap saat. Dan kejadian tersebut sudah berulangkali terjadi. Bahkan dua hari terakhir ini, juga terjadi bencana kebakaran.

Kemarin (27/7/2019), terjadi di sebuah home Industri furniture yang ada di JL. Simpang Adi Sucipto No.8 Rt.06 Rw.10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kebakaran tersebut berasal dari  percikan api yang berasal dari mesin oven. Api berhasil dipadamkan dengan 8000 liter air.

Hari ini (28/7/2019), kebakaran juga kembali terjadi. Sebuah rumah milik dari warga bernama Sampurno, di JL. Ngaglik gang 2 RT 12 RW 01, Kelurahan Kasin, Kecamatn Sukun, Kota Malang, nyaris terbakar habis. Diduga api berasal dari korsleting listrik. Disitu, api berhasil dipadamkan dengan 4000 liter air.

Mengenai upaya pemadaman kejadian-kejadian kebakaran di Kota Malang, dijelaskan Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kota, Anton Viera, bahwa terkadang dalam upaya pemadaman, pihaknya terkendala dengan sumber air.

Sebab, saat ini, yang ia rasakan, Hydrant di Kota Malang jumlahnya sangat kurang memadai. Dengan jumlah 19 Hydrant yang aktif dan tersebar di seluruh kawasan Kota Malang, pihaknya kadangkala masih merasa kesulitan dan akhirnya kurang maksimal dalam melakukan pemadaman.

"Hydrant yang saya rasakan masih kurang. Ini yang aktif di seluruh Kota Malang hanya 19. Kan kadang lokasi kebakaran dengan hydrant juga jauh, sehingga penanganan sedikit lama," ungkapnya

Menurut Anton, untuk skala Kota Malang, Hydrant yang harus dimiliki di Kota Malang idealnya adalah 30 Hydrant. Sehingga dengan begitu, bisa memudahkan dan memaksimalkan petugas Damkar untuk  memadamkan kejadian kebakaran.

"Kita berharap ada penambahan hydrant di titik-titik dikawasan padat penduduk. Dikawasan Jalan Gotong Royong, harusnya ada, kemudian di wilayah Gadang, Mergosono yang pemukiman padat harusnya ada. Di sana sama sekali nggak ada hydrant," bebernya

Untuk penambahan hydrant sendiri, pihaknya  telah melakukan hearing dengan DPRD Kota Malang Dan sudah disetujui untuk daerah-daerah yang memang menjadi prioritas. "Rencananya kedepan, kami juga akan mengadakan peralatan pemadam yang fleksibel, yang bisa dibawa ke gang-gang sempit atau wilayah padat. Sudah kita rencanakan tapi mungkin tahun 2020," pungkasnya.